Di mana perseroan juga tidak menghadiri undangan dengar pendapat yang dilaksanakan bursa. Adapun pada surat penjelasan kepada BEI pada 17 Juni 2022, DUCK sempat memberi penjelasan bahwa masalah pribadi antara pemegang saham tidak berkaitan dengan perseroan.
Selain itu, tertundanya penyampaian laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2020 disebut disebabkan oleh pengunduran diri beberapa karyawan karena dampak bisnis yang timbul karena pandemi Covid-19. Jaya Bersama Indo merupakan emiten yang mengelola jaringan restoran masakan China The Duck King.
Perusahaan ini mengakuisisi restoran merek Fook Yew pada Juli 2017 dalam rangka integrasi segmen.
Lalu, perseroan sendiri memangkas target bisnis turun 30%-40% baik dari pendapatan dan laba bersih. Direktur DUCK, Tio Dewi pernah bilang, tahun 2020 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 800 miliar dan diproyeksikan turun 40% dari target awal dan begitu juga dengan laba bersih yang ditargetkan tahun ini turun 30%.
Perseroan memastikan, dampak dari pandemi telah membuat rencana ekspansi bisnis pembukaan gerai tertunda hingga pemangkasan karyawan sebagai bentuk efisiensi.
Saat ini, dari 36 restoran yang dimiliki perseroan hanya 70% sudah buka atau 26 lokasi restoran. Oleh karena itu, lanjut Dewi, revisi target bisnis 2020 tidak bisa dielakkan karena jumlah pengunjung mall sendiri masih turun dari hari biasa sebelum Covid.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.