Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BTPN Syariah (BTPS) Rombak Komisaris, Ini Daftarnya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |09:56 WIB
BTPN Syariah (BTPS) Rombak Komisaris, Ini Daftarnya
BTPS rombak jajaran komisaris (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAPT BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengubah jajaran komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). BTPS menetapkan Ongki Wanadjati Dana sebagai dewan komisaris Perseroan.

Saat ini, Ongki Wanadjati Dana juga menjabat sebagai komisaris PT Bank BTPN Tbk (BTPN), yang merupakan Bank Induk BTPS.

Direktur Kepatuhan sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank BTPN Syariah Arief Ismail mengatakan, Ongki mempunyai pengalaman yang sangat kaya di dunia perbankan terutama dalam transformasi digital pada Bank BTPN.

"Kami yakin perannya akan memberikan kontribusi optimal bagi perseroan yang kini tengah bertransformasi mewujudkan aspirasi besarnya yakni Sharia Digital Ecosystem for Unbanked dengan segala tantangannya," ungkap Arief dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (14/10/2022).

Selama 40 Tahun berkarier, Ongki telah menyumbangkan pengalamannya yang luas di sektor industri perbankan Indonesia. Ongki meniti karirnya sebagai Executive Development Program Trainee di Citibank, N.A pada tahun 1982, kemudian melanjutkan karirnya di berbagai Bank ternama di Indonesia seperti, Universal antara tahun 1999-2002.

Ongki diangkat menjadi dewan komisaris BTPN melalui RUPSLB. Sementara itu, pemegang saham yang berhak menghadiri rapat dan memberikan suaranya adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham BTPS dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) pada 20 September 2022.

Dengan bergabungnya Ongki, maka susunan anggota dewan komisaris perseroan, sebagai berikut:

1. Komisaris Utama & Komisaris Independen: Kemal Azis Stamboel

2. Komisaris Independen: Dewie Pelitawati

3. Komisaris: Ongki Wanadjati Dana

4. Komisaris: Yenny Lim

Sebagai informasi, dalam RUPSLB itu tidak terjadi perubahan susunan anggota direksi maupun dewan pengawas syariah perseroan.

BTPN Syariah juga telah mempublikasikan hasil kinerja semester satu tahun 2022 pada bulan Juli lalu, dengan hasil prima yang ditunjukkan dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 11% (year on year/ yoy) menjadi Rp11,1 triliun. Pertumbuhan pembiayaan tersebut sejalan dengan kemampuan bank untuk tetap menjaga kualitas pembiayaan.

Dana Pihak Ketiga mencapai Rp11,8 triliun tumbuh 12% dari Rp10,6 triliun (yoy). Adapun, total aset BTPN Syariah tumbuh 16% menjadi Rp20,1 triliun dari Rp17,4 triliun (yoy), dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di posisi 48,4%. Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp856 Miliar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement