Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Jokowi Pamer Kendalikan Inflasi, Tak Ada Negara seperti Indonesia

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Minggu, 16 Oktober 2022 |04:44 WIB
6 Fakta Jokowi Pamer Kendalikan Inflasi, Tak Ada Negara seperti Indonesia
Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Komoditas yang Paling Terdampak

Inflasi tertinggi indeks harga konsumen terjadi pada bulan April 2022, yaitu mencapai 0,95% (month-to-month/mtm).

Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi minyak goreng, daging dan telur ayam ras, serta ikan segar seiring dengan meningkatnya permintaan akibat mobilitas yang lebih tinggi pada bulan Ramadan.

Berbeda dengan bulan April, setelah mengalami inflasi sebesar 0,64% pada bulan Juli lalu, nilai indeks harga konsumen bulan Agustus 2022 justru mengalami deflasi sebesar 0,21% (mtm). Nilai tersebut merupakan penurunan tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Menurut Bank Indonesia, deflasi pada bulan Agustus ini terjadi akibat penurunan beberapa harga bahan pangan seperti bawang merah dan cabai seiring dengan peningkatan pasokan dari daerah produksi.

Di samping itu, penurunan harga tiket pesawat seiring dengan penurunan harga bahan bakar avtur juga memiliki andil dalam terjadinya deflasi.

Diketahui, kenaikan harga BBM juga membuat beberapa komoditas pun ikut terdampak.

Sektor-sektor yang secara tidak langsung terhubung dengan BBM pasti akan mengalami kontraksi terutama sektor angkutan darat, angkutan laut, angkutan kereta api, jasa kurir dan pengiriman. Untuk bertahan, sektor-sektor tersebut tentu saja akan menaikkan harga.

4. Jokowi Pamer Kehebatan Indonesia Kendalikan Inflasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Indonesia berhasil mengendalikan inflasi. Hal ini berbeda dengan lonjakan inflasi yang terjadi di berbagai negara. Sebut saja Turki, inflasinya tembus 83,45%

"Saya berikan contoh misalnya enggak ada negara yang melakukan seperti kita ini," kata Jokowi dalam sambutannya pada acara Investor Daily Summit 2022.

Menurut Jokowi, tidak ada negara lain yang bisa melakukan pengendalian inflasi seperti Indonesia. Jokowi pun membocorkan pengendalian inflasi di Indonesia.

"Inflasi biasanya dikendalikan dengan menaikkan suku bunga. Bank sentralnya pasti menaikkan suku bunga untuk ngerem inflasi. Tapi kita tidak hanya urusan menaikkan suku bunga yang itu menjadi kewenangan dari Bank Indonesia tetapi dalam praktek riil kita juga langsung masuk ke sumbernya yaitu apa kenaikan barang dan jasa," kata Jokowi.

Sebagai tindak lanjut, Jokowi telah mengumpulkan kepala dari mulai dari Gubernur hingga Bupati. Dalam pertemuan itu dijelaskan cara mengendalikan inflasi sesuai fungsinya masing-masing.

"Kita berikan kewenangan daerah untuk menggunakan dana transfer umum 2% dan juga belanja tidak terduga bisa digunakan untuk mengatasi inflasi," ujar Jokowi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement