Share

Ibu-Ibu! Berikut Daftar Harga Daging Ayam di Seluruh Indonesia

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 18 Oktober 2022 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 320 2689228 ibu-ibu-berikut-daftar-harga-daging-ayam-di-seluruh-indonesia-CYILVPC9Oc.jpg Harga Daging Ayam (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) melaporkan pergerakan harga ayam hidup di tingkat produsen dan harga daging ayam di tingkat konsumen. Hal itu sebagai bentuk deteksi dini atas gejolak harga.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA, harga rata-rata nasional ayam ras di tingkat produsen per 16 Oktober 2022 sebesar Rp20.320/kg, dengan harga tertinggi Rp 29.000/kg di provinsi Kalimantan Selatan, dan harga terendah Rp 16.250/kg di provinsi Sumatera Selatan.

"Sementara, harga rata-rata nasional daging ayam ras berada di posisi Rp 34.370/kg, dengan harga tertinggi Rp 48.167/kg di Provinsi Papua Barat dan terendah Rp 24.861/kg di provinsi Gorontalo," ujar Kepala NFA Arief Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (18/10/2022)

Lanjutnya, adapun per tanggal 5 Oktober 2022 lalu Badan Pangan Nasional telah menerbitkan Peraturan Badan Pangan Nasional RI, Nomor 5 Tahun 2022, tentang Harga Acuan Pembelian Di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan Di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras.

Dalam peraturan tersebut ditetapkan Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP) untuk komoditas daging ayam ras, dimana untuk tingkat produsen (dalam bentuk live bird) sebesar Rp 21.000 – Rp 23.000 per Kg dan untuk tingkat konsumen (dalam bentuk karkas) Rp 36.750 per kg.

"Selain itu, juga ditetapkan HAP bibit Day Old Chicke (DOC) untuk tingkat konsumen sebesar Rp 9.000-Rp 11.000 per ekor dan Bibit Pullet/Ayam Remaja (17 minggu) sebesar Rp 80.000/ekor," jelas Arief.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Di samping itu, Arief menerangkan, Badan Pangan Nasional terus menggenjot penyerapan live bird atau ayam hidup peternak mandiri mikro dan kecil oleh perusahaan integrator dan BUMN Pangan. Upaya ini salah satunya guna menjaga stabilisasi harga di pasaran.

"Sampai dengan pertengahan Oktober 2022, penyerapan live bird atau ayam hidup peternak mandiri mikro dan kecil oleh perusahaan integrator dan BUMN Pangan telah terealisasi sebanyak 160 ribu ekor atau setara 267 ribu kg. Angka penyerapan tersebut meningkat signifikan sejak aksi pertama pada September lalu," ujarnya.

Dia memaparkan, dari akumulasi penyerapan tersebut sekitar 5 ribu ekor atau 10 ribu kg ayam hidup diserap oleh PT Berdikari dan PT PPI yang merupakan member Holding BUMN Pangan.

"Sedangkan, 155 ribu ekor atau 257 ribu kg ayam hidup diserap oleh 9 perusahaan integrator," tandas Arief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini