Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

White Horse (WEHA) Kantongi Pendapatan Rp123 Miliar, Melesat 112%

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2022 |12:38 WIB
White Horse (WEHA) Kantongi Pendapatan Rp123 Miliar, Melesat 112%
Pendapatan WEHA naik tajam (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) atau White Horse membukukan pendapatan sebesar Rp123 miliar di kuartal III 2022. Pendapatan WEHA melesat 112% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp58 miliar.

Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp12 miliar di mana perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp11 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya. Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata mengatakan, segmen bus carter membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 87% dibandingkan dengan tahun lalu.

Segmen shuttle dan logistik membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 125% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian juga segmen open trip membukukan kenaikan pendapatan sebesar 387% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

”Ada beberapa poin yang dapat menjadi alasan perseroan mencetak kinerja yang positif di tahun ini. Pertama, perseroan melihat demand recovery dari pandemi itu sangat kuat. Ditunjang lagi dari menurunnya ketakutan akan Covid-19 di Indonesia,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya, pembangunan infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan melalui darat. Bisa terlihat sekarang perjalanan dari Jakarta ke Semarang hanya menempuh waktu 5 jam, perjalanan ke Yogyakarta hanya memakan waktu 8 jam.

Ketiga, kenaikan harga tiket pesawat terbang karena tingginya harga minyak menjadikan transportasi darat menjadi alternatif yang sangat ekonomis untuk melakukan perjalanan, serta tingginya harga tiket pesawat menyebabkan tren masyarakat untuk berlibur di Indonesia ketimbang ke luar negeri.

Keempat, meredanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan perkantoran ataupun institusi pendidikan kembali stabil dan ini sangat menguntungkan perseroan karena kegiatan seperti outing, family gathering, dan field trip kembali berjalan.

“Hal ini membuat perseroan berhasil meningkatkan tingkat utilisasi dari bus kategori besar di mana sebelumnya masyarakat yang hanya menggunakan bus medium untuk perjalanan dengan grup kecil,” papar Andrianto.

Menurutnya, kenaikan harga BBM yang terjadi di bulan terakhir di kuartal III-2022 juga tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja perseroan. Di lini usaha intercity shuttle, perseroan memutuskan menaikkan harga jual rata-rata sebesar 8-10% untuk bisa meredam kenaikan harga BBM. Untuk lini usaha bus carter, margin memang sedikit tertekan karena imbas kenaikan BBM.

Hal ini disebabkan sifat pemesanan bus yang biasa di lakukan rata-rata 2-3 minggu sebelum perjalanan sehingga perseroan tidak bisa menaikkan harga setelah terjadinya forward booking. Akan tetapi perseroan cukup optimis di kuartal IV-2022 margin dari bus carter akan membaik karena forward booking yang terjadi akan mengikuti kenaikan harga yang sudah disesuaikan dengan kenaikan BBM.

Di kuartal IV-2022, WEHA memproyeksikan pendapatan sebesar Rp51 miliar dengan target laba bersih sebesar Rp6 miliar . Sehingga di akhir tahun 2022 perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar hampir Rp175 miliar dan diharapkan laba bersih di akhir tahun 2022 dapat mencapai Rp18 miliar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement