Share

Garuda Indonesia-Trans Airways Bahas Rights Issue, Hasilnya Apa?

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 20 Oktober 2022 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 20 278 2691275 garuda-indonesia-trans-airways-bahas-rights-issue-hasilnya-apa-aWK9j7CupZ.jfif Garuda Indonesia Komunikasi dengan Pemegang Saham Soal Rights Issue. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah berkomunikasi dengan PT Trans Airways selaku salah satu pemegang saham perseroan. Komunikasi tersebut terkait penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meskipun komunikasi sudah dilakukan, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra enggan merinci komitmen Trans Airways terhadap rights issue yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) Yakin Suspensi Saham Segera Dibuka, Ini Tanggalnya

Irfan mencatat manajemen Garuda bukan dalam kapasitas menjawab komitmen perusahaan di bawah CT Corp milik pengusaha Chairul Tanjung.

"Mengenai komitmen Trans Airway kami tidak dalam kapasitas untuk bisa menjawab, pemegang saham saat ini yang akan meng-exercise rights-nya pada waktu rights issue. Kami tentu saja berkomunikasi terus dengan seluruh pemegang saham, baik mayoritas maupun minoritas tentang simulasi-simulasi yang memungkinkan," ungkap Irfan dalam konferensi pers, Kamis (20/10/2022).

Baca Juga: Ngebet Mau Liburan? Yuk Berburu Tiket Pesawat Murah di GATF 2022

Menurutnya, koordinasi antara pemegang saham dan manajemen juga dilakukan untuk menjaga kemungkinan lain yang terjadi dalam proses penerbitan saham baru di pasar modal.

"Kami tentu saja menjawab pertanyaan-pertanyaan, khususnya dari minoritas (pemegang saham) apa yang akan terjadi dengan Bursa di kemudian hari, jadi kami tidak bisa confirm itu saat ini," kata dia.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Dari keterangan sebelumnya bahwa Garuda Indonesia telah memperoleh persetujuan rights issue. Penerbangan pelat merah itu akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 68.072.851.377 saham (PMHMETD).

Aksi korporasi tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Selain itu, Garuda Indonesia akan melakukan konversi utang kepada kreditur usai adanya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Aksi ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun, di mana pemerintah akan melaksanakan haknya selaku pemegang saham mayoritas atau sebesar 60,54%..

Selain pemerintah, perseroan memperkirakan bakal mengantongi dana segar Rp 12,4 triliun dari pemegang saham lain, yakni PT Trans Airways dan publik. Porsi kepemilikan masing-masing saat ini tercatat sebesar 28,27% dan 11,19%.

Adapun PT Trans Airways dan pemegang saham publik hanya mungkin berpartisipasi dalam rencana rights issue dikarenakan penerbitan saham baru dari aksi ini akan dialokasikan seluruhnya untuk konversi utang perseroan kepada kreditur menjadi saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini