Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur BI Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia

Michelle Natalia , Jurnalis-Jum'at, 21 Oktober 2022 |11:58 WIB
Gubernur BI Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia
Bank Indonesia ungkap kondisi ekonomi RI (Foto: Okezone)
A
A
A

Likuiditas perbankan dinilainya masih sangat longgar, tercermin dari alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AS/DPK) sebesar 29,99%.

Pesan kedua, sambung Perry, adalah terkait inovasi bauran kebijakan Bank Indonesia.

“Di bidang moneter, BI telah menaikkan suku bunga kebijakan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate menjadi 4,75% sebagai langkah frontloaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran yaitu 3±1% atau maksimum 4% pada triwulan III-2023,” ungkap Perry.

Upaya menekan laju inflasi ini juga diperkuat dengan adanya koordinasi yang sangat erat antara BI dengan pemerintah pusat maupun daerah, melalui tim pengendalian inflasi dan juga gerakan nasional untuk pengendalian inflasi pangan (GNPIP) di berbagai daerah melalui 46 kantor cabang BI.

"BI juga melanjutkan penjualan pembelian surat berharga negara dipasar sekunder untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah," ucap Perry.

Kemudian, dari sisi, sistem pembayaran BI terus melakukan upaya penguatan untuk mengakselerasi terwujudnya integrasi ekonomi keuangan digital secara nasional. BI terus memperluas penggunaan QRIS, yang hingga akhir semester I-2022 telah mencapai 21 juta pengguna.

“19 juta merchant sebagian besar adalah UMKM, bahkan hingga ke transaksi lintas negara khususnya dengan Thailand dan insyallah dengan Malaysia dan negara ASEAN-5 lainnya. Pemanfaatan BI-FAST terus kami dorong agar transaksi keuangan bisa semakin efisien dan handal,” jelas Perry.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement