JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap kondisi ekonomi Indonesia. Penjelasan mengenai ekonomi Indonesia dirangkum dalam Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.39 bertemakan “Sinergi dan Inovasi Kebijakan untuk Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional".
Perry Warjiyo mengatakan bahwa peluncuran buku ini merupakan wujud nyata dari kuatnya komitmen BI akan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat luas. Di dalam buku ini, terkandung tiga pesan penting, yang pertama adalah hasil assessment soal stabilitas sistem keuangan di semester I-2022.
"BI berpandangan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia masih terjaga di tengah ekonomi dunia yang melambat akibat tekanan inflasi global yang tinggi hingga pengetatan moneter negara-negara maju," ujar Perry dalam peluncuran buku KSK No. 39 secara virtual di Jakarta.
Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44% di kuartal II lalu turut berkontribusi terhadap terjaganya stabilitas sistem keuangan Indonesia. Pemulihan intermediasi perbankan juga ditunjukkan oleh penyaluran kredit yang terpantau baik dengan angka 10,66% di semester I-2022.
"Pulihnya intermediasi ini merupakan hasil dari respons kebijakan akomodatif BI, bersinergi erat dengan pemerintah, OJK, dan LPS,” lanjut Perry.
Dia mengatakan ketahanan sektor keuangan terjaga karena permodalan yang kuat dan likuiditas yang relatif longgar. Capital Adequacy Ratio(CAR) perbankan sebesar 24,66% juga menunjukkan bahwa perbankan memiliki ketahanan dan bantalan yang kuat untuk menyerap potensi penurunan kualitas kredit.