Share

Ngeri! Ini 5 Tantangan Indonesia Hadapi Badai Ekonomi 2023

Heri Purnomo, iNews · Senin 24 Oktober 2022 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 24 320 2693255 ngeri-ini-5-tantangan-indonesia-hadapi-badai-ekonomi-2023-dZTuON86ud.JPG Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Perekonomian Indonesia dinilai masih mampu tumbuh secara impresif.

Hal itu dikatakan, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta Widjaja Kamdani yang menyebut pertumbuhan ekonomi angkanya masih sampai 5,44%.

Di mana angka tersebut masih baik jika dibandingkan dengan negara lainnya.

Kemudian tingkat inflasi Indonesia juga masih terkendali di bawah 5%.

Jika dibandingkan dengan negara lainya yang menembus angka di atas 5%, tingkat inflasi Indonesia masih cukup baik.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di Tengah Gejolak Global

"Kemudian sektor eksternal Indonesia juga masih cukup kuat dengan didukung sektor ekspor dan investasi masih tumbuh positif. Dan overall kondisi ekonomi Indonesia cukup baik," katanya dalam Market Review IDX Channel, Senin (24/10/2022).

Meski demikian, Shinta mengatakan bahwa ked epannya kondisi perekonomian dunia diramalkan akan menghadapi tantangan yang berat, yaitu badai Perfect strom.

Dia pun menyebut ada lima tantangan yang harus dihadapi Indonesia ke depannya.

"Semua bilang akan ada badai besar atau perfect strom yang terjadi kedepannya. Jadi saya bilang saat jni itu ada 5 C yang harus dihadapi Indonesia," katanya.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Tantangan tersebut adalah, Covid-19, konflik Rusia-Ukraina, Climate Change, komoditas yang naik, dan cost of living yang saat ini terus mengalami kenaikan.

Shinta menjelaskan bahwa tantangan tersebut saat ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia.

"Dan ini yang harus diantisipasi saat ini," lanjutnya.

Terlebih lagi, saat ini Bank Indonesia telah menaikan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75% pada Oktober 2022.

Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak Maret 2020.

"Ini jelas akan mempengaruhi daya beli masyarakat dan lain lainnya. Jadi ini yang harus kita antisipasi, walaupun perekonomian kita masih baik dibandingkan dengan negara lain, dan kita harus bersiap menghadapi tantangan ke depan terkait adanya badai perfect strom atau 5 C," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini