Kendati meningkat, produksi CSRA, terang Seman, masih berada di bawah target yang ditetapkan akibat dari gangguan cuaca.
Neraca keuangan CSRA per 30 September 2022 menunjukkan ada kenaikan aset sebesar 5,2% menjadi Rp1,84 triliun, dari posisi akhir 2021 sebesar Rp1,75 triliun.
Liabilitas ditutup sebesar Rp835,38 miliar, atau menurun 14,1% dibandingkan akhir tahun 2021.
Sedangkan modal/ekuitas berada di level Rp1,01 triliun atau menguat 29,1% dibandingkan posisi akhir tahun 2021.
Ini terjadi karena peningkatan laba ditahan atas laba bersih pada periode berjalan yang meningkat cukup tajam.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.