JAKARTA - PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) mengantongi laba bersih sebesar Rp150,16 miliar pada kuartal III 2022. Laba BEBS naik 100,20% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp75 miliar.
Sejalan dengan peningkatan laba, penjualan bersih perseroan juga naik menjadi Rp632,65 miliar, dari sebelumnya Rp334,65 miliar. Berdasarkan laporan keuangan, produk material mencatatkan pendapatan sebesar Rp596,24 miliar. Kemudian, produk readymix perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp35,29 miliar, serta pendapatan produk beton pracetak sebesar Rp1,11 miliar.
Direktur utama BEBS Hasan Muldhani menyampaikan, kinerja perseroan sepanjang periode ini sudah sesuai dengan ekspektasi, di mana kontrak untuk sektor konstruksi sudah mengalami pertumbuhan.
"Potensi tumbuh untuk proyek infrastruktur dan materialnya masih ada, mengingat proyek pembangunan masih digenjot oleh pemerintah dan sektor swasta," kata Hasan dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (1/11/2022).
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp425,27 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp232,27 miliar. Adapun, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp16,02 miliar dari sebelumnya Rp5,25 miliar. Sedangkan, beban keuangan turun menjadi Rp429 juta dari sebelumnya Rp951 juta.
Per September 2022, total nilai aset perseroan tercatat sebesar Rp899,84 miliar, naik 23,55% dari posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp728,29 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp100,95 miliar dan ekuitas sebesar Rp798,89 miliar.
Hasan menambahkan, untuk sisa tahun 2022, jika kondisi seperti saat ini dapat dipertahankan, maka ekonomi akan semakin baik dan berdampak positif pada pertumbuhan aset dan kinerja BEBS.
"Kami optimistis kondisi seperti saat ini dapat dipertahankan, sehingga ekonomi semakin baik dan akan berdampak positif pada pertumbuhan dan kinerja BEBS,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.