JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat peralihan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Akselerasi tersebut dilakukan dengan penambahan bengkel konversi kendaraan listrik.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno mengungkapkan, akan ada penambahan bengkel konversi kendaraan listrik di Indonesia sebanyak 150 bengkel.
Baca Juga: Ini Skema Subsidi Kendaraan Listrik, Bisa Bikin Harga Motor-Mobil Murah
"Sekarang ada 10, nanti akan ada penambahan 150 (bengkel konversi). Bali sudah ada tiga," katanya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga: KTT G20, Kendaraan Listrik, dan Keseriusan Indonesia Menuju Energi Bersih
Selain penambahan bengkel konversi, Hendro menjelaskan saat ini Indonesia sudah mempunya tenaga ahli yang dapat menangani permasalahan jika baterai kendaraan listrik tersebut bermasalah.
Dia juga yakin kedepannya Indonesia akan mempunyai banyak bengkel-bengkel yang ahli dalam penanganan masalah batterai.
"Dan kita sudah ada ahlinya. Orang bertanya bagaimana ketika baterinya rusak? Sudah ada ahlinya, sudah ad orang yang bisa mengganti batterai. Jadi tidak usah mengganti batterainya," katanya.
Adapun hingga 25 Oktober 2022, Hendro mengatakan, jumlah kendaraan listrik yang telah memiliki SRUT sudah mencapai 31.827 unit kendaraan. Dia juga akan terus mengembangkan fasilitas pengujian tipe untuk kendaraan listrik di BPLJSKB sebagai fasilitas uji tipe Pemerintah.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.