Dengan demikian, potensi dana yang akan diraup perseroan nantinya sebanyak Rp100 miliar. Adapun nantinya saham berkode PDPP ini akan masuk dalam daftar saham syariah.
Kennie menuturkan bahwa seluruh dana hasil IPO, sekitar 67% akan digunakan untuk ekspansi pembelian mesin dan meningkatkan kapasitas produksi perseroan, serta varian produk. Adapun 33% digunakan untuk modal kerja, seperti pembelian raw material HDPE, PET, Polypropylene, dan operasional perusahaan.
Menurutnya, perseroan akan memakai sejumlah strategi untuk memaksimalkan pertumbuhan ke depan, seperti peningkatan sumber daya manusia, perluasan pangsa pasar produk melalui e-commerce dan distributor, hingga menambah mitra dagang, serta melakukan diversifikasi produk dan market.
"Industri kemasan plastik sangat dibutuhkan massyarakat, tetapi lokasi sangat penting untuk menekan waktu dan biaya pengiriman. Dengan perluasan geografis, strategi diversifikasi, maka kemampuan untuk menyerap kebutuhan akan cepat bertumbuh di daerah-daerah," pungkas Kennie.
(Zuhirna Wulan Dilla)