Share

RI Transisi Energi, Ini Permintaan Pengusaha Migas

Heri Purnomo, MNC Portal · Kamis 03 November 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 320 2700071 ri-transisi-energi-ini-permintaan-pengusaha-migas-9seXr1vNSq.jpg Pengusaha Migas Minta Tidak Diabaikan saar RI Fokus ke Transisi Energi. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Pemerintah berkomitmen mempercepat peralihan energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT). Namun, komitmen yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, diharapkan tidak mengabaikan sektor minyak dan gas bumi di Indonesia.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan, dalam proses percepatan peralihan, pemerintah tidak boleh mengabaikan potensi sektor migas di Indonesia.

Baca Juga: Transisi Energi Jadi Tantangan Industri Hulu Migas, Bagaimana Target Produksi Minyak 1 Juta Barel?

Menurutnya, sektor migas masih sangat dibutuhkan Indonesia. Bahkan dia menyatakan dalam 15-20 tahun ke depan sektor migas masih sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Jangan Rugikan Masyarakat, Transisi Energi Harus Adil dan Terjangkau

"Poses transisi ini masih membutuhkan fosil ya salah satunya sumber energi yang paling bersih di fosil dan potensinya makin besar di Indonesia adalah gas dan harus kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk konsumsi dalam negeri ya," katanya dalam Market Review IDXChannel, Kamis (3/11/2022).

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Moshe mengatakan dalam proses transisi ini Indonesia masih menggunakan energi fosil. Sehingga jika sektor migas diabaikan oleh pemerintah Indonesia, maka yang terjadi adalah harga listrik akan meningkat tiga kali lipat dari harga saat ini.

"Migas tifak boleh diabaikan, karena kita nggak mau harga listrik tiga kali lipat dari harga sast ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini