Share

Bioetanol Pengganti BBM, Ini Target Pertamina dan PTPN III

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Sabtu 05 November 2022 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 05 320 2701472 bioetanol-pengganti-bbm-ini-target-pertamina-dan-ptpn-iii-YVlF2f6dke.jpeg Bioetanol pengganti BBM (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III mengembangkan bio energi berbasis bahan bakar nabati. Kerjasama kedua BUMN ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury memastikan Pertamina dan PTPN III akan memanfaatkan tebu dan gula untuk diproduksi menjadi Bioetanol atau Ethanol. Produk tersebut nantinya digunakan Pertamina untuk mengurangi produksi BBM dan mengurangi impor minyak mentah.

β€œKita harapkan nanti gula yang akan diproduksi menjadi Bioetanol bisa dikerjasamakan menjadi suplai yang akan di-branding oleh Pertamina untuk bisa mengurangi produksi BBM dan mengurangi kebutuhan minyak mentah," ungkap Pahala, Sabtu (5/11/2022).

Adapun produksi Bioetanol akan dilakukan oleh PT Energi Agro Nusantara, salah satu anak usaha PTPN III yang mengolah molasses menjadi ethanol. Proses produksi pun dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Produksi Bioetanol nasional pada tahun ini bisa mencapai 394.000 kiloliter. Lalu, naik menjadi 1,2 juta kiloliter pada 2030. Pahala mencatat, bahan bakar alternatif tersebut menjadi potensi campuran (blend) bahan bakar minyak dari 6% pada 2022 menjadi 13,8% pada 2030.

"Dan kita harapkan secara bertahap ini bisa dilakukan Pabrik Enero yang saat ini bisa memproduksi kurang lebih sekitar 30.000 kiloliter per bulannya," kata dia.

Tak sampai di situ, Kementerian BUMN memastikan akan memperluas kilang yang digunakan untuk memproduksi Etanol.

"Jadi kita berharap bahwa kedepannya akan lebih banyak lagi kilang Etanol yang bisa kita bangun untuk secara bertahap meningkatkan ketahanan energi,” ucap Pahala.

Selain memproduksi gula dan bioetanol, Kementerian BUMN berharap agar peningkatan produktivitas dan pengembangan komunitas tebu juga bisa terus dikembangkan untuk melakukan tumpang sari dengan komunitas kedelai.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini