2. Tempat tinggal yang damai
Menurut historiografi setempat, saat pertama kali mendarat di Brunei, Awang Alak Betatar, pria yang kemudian mendirikan Kesultanan Brunei, berseru: “Baru nah” yang artinya “sudahlah!” Nama Brunei berasal dari dua kata ini. Setelah mendirikan dinastinya di Brunei, Betatar berganti nama menjadi Sultan Muhammad Shah. Namun, nama lengkap negara itu adalah Negara Brunei Darussalam. Di sini negara berarti "negara" dan darussalam berarti " tempat tinggal yang damai”.
3. Miliki Monumen rayakan keuntungan minyak yang diproduksi
Minyak sangat penting bagi perekonomian Brunei. Produksi minyak mentah dan gas alam menyumbang 90% dari perekonomian negara. Ladang minyak darat di Seria di Brunei adalah salah satu ladang minyak paling penting di negara itu. Pada tahun 1991, sebuah monumen yang disebut Monumen Miliar Barel dibangun untuk merayakan produksi barel minyak miliaran ladang minyak Seria.