JAKARTA - Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) masuk dalam daftar bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I yang akan ditawarkan kepada investor. Proses saat ini dalam tahap penjajakan.
Direktur Utama Angkasa Pura, Faik Fahmi menjelaskan pihaknya masih mencari kemitraan strategi (strategic partner) yang tepat untuk melakukan kerja sama tersebut.
Di mana proses komunikasi pun sudah dilakukan.
Adapun kolaborasi ini bertujuan meningkatkan pelayanan penerbangan di Bandara YIA, khususnya penerbangan internasional dari dan ke Yogyakarta.
BACA JUGA:KTT G20, 13 Pesawat Kepala Negara Terparkir di Bandara Ngurah Rai
"YIA termasuk, kita tawarkan untuk gandeng strategic partner, kalau kita lihat YIA dibangun berdasarkan karena permasalah sekaligus opportunity, kita buat bandara yang bisa didarati pesawat terbesar dengan runway," ujar Faik kepada wartawan di Kementerian BUMN, Senin (7/11/2022).
Angkasa Pura I, lanjut Faik, memang membagi klaster bandara yang dikelola menjadi empat klaster utama.
Serta salah satu klaster adalah International Transit and Industrial Hub. Klaster ini terdiri atas dua subklaster yaitu, International Transit dan Industrial Hub.
Bandara YIA, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang termasuk dalam sub klaster International Transit Hub.
Sementara subklaster lain adalah Industrial Hub yang terdiri atas Bandara Juanda Surabaya.
"Dengan adanya YIA kita patikan penerbangan internasional bisa langsung landing ke YIA," jelasnya.
Adapun investor yang sudah dibidik Angkasa Pura I diantaranya Qatar Airways, Thai Smile Airways, AirAsia, Malaysia Airlines, dan beberapa makapai penerbabgan internasional lainnya.
"Harapannya pakai strategic partner bisa bantu percepat pertumbuhan trafik di bandara, sekaligus perkuat fasilitas bandara untuk mendukung pariwisata dan penerbangan, itu yang kita lakukan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)