Share

IPO, Saham Wulandari Bangun Laksana (BSBK) Oversubscribe 25,37 Kali

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Selasa 08 November 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 278 2703145 ipo-saham-wulandari-bangun-laksana-bsbk-oversubscribe-25-37-kali-dT3aCqYU9o.jpg IPO BSBK (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Wulandari Bangun Laksana Tbk telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BSBK, hari ini (8/11/2022). Selama masa penawaran umum perdana saham atau intial public offering (IPO) pada 2 hingga 4 November 2022, minat investor terhadap perseroan terbilang positif.

Pada periode tersebut, seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik, bahkan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe sebanyak 25,37 kali dari nilai penjatahan terpusat. BSBK melepas sebanyak 2,75 miliar saham dalam IPO ini.

“Perseroan melakukan aksi korporasi melalui IPO dengan menjual saham baru di BEI, langkah ini dilakukan guna untuk mendukung sumber pendanaan perseroan dalam mengembangkan usaha, agar target yang telah ditetapkan dapat terealisasi,” kata Direktur Utama BSBK Christopher Sumasto Tjia, dalam keterangan resminya, Selasa (8/11/2022).

Selain itu, langkah IPO perseroan juga dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perseroan, agar BSBK memiliki Good Corporate Governance (GCG) yang baik.

“Dengan diperolehnya dana hasil IPO, persediaan tanah yang dimiliki oleh perseroan akan meningkat, dan sebagai salah satu sumber pendanaan dalam pengembangan Balikpapan Super Block milik perseroan,” ungkap Christopher.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Pengembangan tersebut juga akan menopang angka penjualan perseroan ke depan, yang akhirnya akan meningkatkan laba perseroan di masa yang akan datang. Selain itu, dengan diperolehnya dana hasil IPO, perseroan akan memiliki struktur permodalan yang semakin sehat.

Sebagai informasi, target dana yang diperoleh dari IPO ini sebesar Rp275 miliar setelah dikurangi dengan biaya IPO. Dari dana hasil IPO, sekitar Rp1000 miliar akan akan digunakan untuk pembelian tanah seluas sekitar 1,2 hektare di wilayah kota Balikpapan dan sekitarnya.

Pembelian tanah tersebut akan meningkatkan jumlah land bank yang telah dimiliki perseroan saat ini, sehingga dapat mendukung rencana ekspansi perseroan di masa yang akan datang, juga untuk menangkap peluang bisnis dari pengembangan Ibu Kota Negara (IKN).

“Sedangkan sisanya akan digunakan untuk operasional dan modal kerja perseroan,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini