Share

4 Hal Penting yang Perlu Disiapkan Hadapi Ancaman Resesi 2023

Partnership BukuWarung, Okezone · Selasa 08 November 2022 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 622 2703354 4-hal-penting-yang-perlu-disiapkan-hadapi-ancaman-resesi-2023-kjrZffR0As.jpg 4 Hal yang Perlu Disiapkan untuk Hadapi Resesi 2023. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Ancaman resesi membayangi perekonomian global di 2023. Hal tersebut ditandai dengan tingginya inflasi, kinerja pasar modal yang menurun, serta tidak lancarnya aliran perputaran barang (goods) secara global.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun diperkirakan akan melambat. Namun demikian, bukan berarti kondisi ekonomi di dalam negeri akan terpuruk.

Tantangan yang akan dihadapi oleh berbagai negara, termasuk di Indonesia, adalah dari sektor energi dan pangan dimana harga bahan bakar dan pangan diperkirakan akan meningkat akibat gejolak harga. Bahkan beberapa bahan pangan seperti gandum dan kedelai mungkin menjadi semakin langka sebab pasokan di pasar global menurun.

Baca Juga: 5 Tips Atur Gaji agar Tidak Cuma Numpang Lewat

Ancaman ekonomi ini tentu membuat banyak kalangan khawatir, akan tetapi bukan berarti kesehatan keuangan tidak dapat dipersiapkan dari sekarang. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resesi ekonomi.

1. Berhemat dan mengurangi pengeluaran

Untuk keuangan pribadi, Anda dapat berhemat dengan cara memilih alternatif yang lebih ekonomis untuk keperluan sehari-hari misalnya mengganti merk produk yang digunakan dengan alternatif yang lebih murah. Selain dengan berhemat, Anda juga dapat mengurangi pengeluaran dengan berhenti membeli beberapa barang untuk sementara waktu, misalnya kebutuhan tersier seperti game, berwisata dan sejenisnya.

Dengan membatasi pengeluaran, Anda dapat mengalokasikan budget untuk hal-hal yang sifatnya lebih diprioritaskan seperti keperluan sehari-hari yang diperkirakan juga akan mengalami kenaikan selama resesi.

2. Menabung serta mempersiapkan dana darurat

Dana yang Anda dapat dari berhemat dan mengurangi pengeluaran tersebut, dapat kemudian dialokasikan untuk ditabung. Tabungan ini sebaiknya juga adalah dana darurat, yakni simpanan uang yang hanya benar-benar akan dipakai disaat darurat seperti tertimpa penyakit, mengalami PHK, dan sebagainya.

Baca Juga: 4 Langkah Cara Minta Naik Gaji ke Atasan

Jika Anda sudah memiliki dana darurat, maka tidak ada salahnya untuk meningkatkan nominal tabungan dana darurat tersebut. Misalnya Anda biasanya hanya menyisihkan 10% dari penghasilan untuk tabungan dana darurat, maka Anda bisa meningkatkannya menjadi 20% dari penghasilan, atau disesuaikan dengan kemampuan Anda.

3. Menambah keterampilan untuk usaha sampingan

Selain dengan menabung, Anda juga dapat meningkatkan pendapatan dengan membuka usaha sampingan. Anda dapat menambah skill atau keterampilan baru seperti desain atau menulis untuk dapat membuka jasa desain dan penulisan artikel. Pekerjaan sampingan ini juga dapat dijadikan cushion atau bantalan sekiranya terjadi pemutusan hubungan kerja yang rentan terjadi di masa ekonomi yang menantang.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk mendapatkan skill baru, Anda dapat mengikuti kelas-kelas yang sering disediakan baik secara online maupun offline. Asah terus keterampilan tersebut hingga Anda cukup yakin hal tersebut dapat menjadi kanal penghasilan tambahan.

Anda juga dapat membuka usaha sendiri seperti berjualan makanan dan minuman rumahan, menjual pulsa dan paket internet (PPOB), atau membuka toko sederhana di rumah. Namun opsi membuka usaha ini berarti Anda juga perlu mempersiapkan modal yang cukup agar usaha Anda dapat bertahan selama resesi.

4. Tambah wawasan kesehatan finansial

Di masa ketidakpastian ekonomi, ada baiknya Anda selalu mempelajari dan menambah wawasan terkait kesehatan finansial. Hal ini termasuk mempelajari dasar-dasar keuangan seperti pencatatan pengeluaran, budgeting atau membagi pemasukan untuk berbagai keperluan dan mempelajari hal-hal terkait investasi.

Dengan kemudahan dan banyaknya informasi di internet memang memudahkan siapapun untuk mendapatkan informasi, akan tetapi tidak semua hal yang didapatkan dari internet bisa dipercaya. Oleh karena itu, terbukalah untuk belajar dari berbagai sumber yang terpercaya seperti ahli ekonomi dan keuangan serta ekonom dari bank.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini