Share

Prediksi Harga Naik 8 Kali Lipat, Luhut: Indonesia Masuk 7 Negara Penghasil Tembaga Terbesar di Dunia

Heri Purnomo, MNC Portal · Kamis 10 November 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 320 2704943 prediksi-harga-naik-8-kali-lipat-luhut-indonesia-masuk-7-negara-penghasil-tembaga-terbesar-di-dunia-Q8RvxgdaqJ.JPG Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan bagian dari 7 negara dengan cadangan tembaga terbesar di dunia.

Dia memprediksi bahwa pada 2030 harga komoditas tembaga akan melonjak 8 kali lipat dari harga saat ini.

Pasalnya, harga tembaga saat ini tidak mengalami kenaikan karena dibutuhkan untuk kebutuhan energi yang bersih.

 BACA JUGA:Luhut: Persiapan KTT G20 di Bali Sudah 99%

"Kita itu second largest biggest tin reserves dan juga 7 biggest copper reserve. Ingat copper (tembaga) pada tahun 2030 harganya bisa 8 kali naiknya karena sedang dibutuhkan clean energy," katanya dalam acara 4th Indonesia Fintech Summit 2022, Kamis (10/11/2022).

Luhut menambahkan Indonesia juga merupakan negara yang memiliki potensi nikel terbesar di dunia.

"Jadi kalau anda lihat kita itu the largest nikel word. Jadi kita bisa bermain apa saja," katanya.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Selain nikel dan tembaga, Luhut juga mengungkapkan, Indonesia juga memiliki potensi energi baru dan terbarukan (EBT) atau renewable energy hingga 437 gigawatt (GW).

Oleh sebab itu, dirinya meminta masyarakat Indonesia untuk melihat bahwa negara mempunya potensi yang luar biasa terhadap sumber daya alamnya.

"Saya jelaskan, salah satu negara yang punya renewable energy potensial yang segini besar 437,4 gigawatt itu adalah Indonesia," jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia itu negara dengan 17.500 pulau dan masyarakat yang banyak. Sehingga tidak dapat menerapkan satu kebijakan saja.

"Kita suka lupa membuat policy Indonesia is contained. No. Indonesia itu archipelagic country, jadi apa yang terjadi di Jawa, not necessarily happened in Kalimantan. Kenapa? Karena ring of fire, jadi Sumatera, Jawa itu beda, itu geothermal, berbeda, you don't see any geothermal in Kalimantan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini