Share

Tak Mau Didikte Negara Lain, Luhut: Perubahan Iklim Tak Boleh Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Selfie Miftahul Jannah, MNC Portal · Jum'at 11 November 2022 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 320 2705446 tak-mau-didikte-negara-lain-luhut-perubahan-iklim-tak-boleh-ganggu-pertumbuhan-ekonomi-pNDfNGSCGf.JPG Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak boleh diganggu oleh adanya kebijakan perubahan iklim.

“Ini adalah negosiasi yang sangat sulit tetapi Indonesia, saya jelaskan dengan tegas karena kami tidak ingin ada juga kebijakan tentang perubahan iklim yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi. Kemudian kedua adalah yang sangat penting bahwa teknologi harus terjangkau,” ujar Luhut dalam Pembukaan Puncak Acara G20, Indonesia Net Zero Summit 2022 : Decarbonization at All Cost, di Bali, Jumat (11/11/2022).

Dia pun menyampaikan pengalamannya saat berdebat dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen di Treasury Building, Washington AS, September lalu.

 BACA JUGA:Luhut Binsar: Saya Bersyukur Tahun Ini Umat Islam Lebaran di Kampung Halaman

Luhut mengatakan emisi yang dikeluarkan Indonesia hanya mencapai 2,3 ton per kapita. Sedangkan emisi yang dikeluarkan Amerika Serikat tercatat mencapai 14,7 ton per kapita.

Adapun ambang batas emisi karbon 4,5 ton per kapita.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

“Saya mengatakan kepadanya (Janet Yellen) bahwa anda tahu, saya pikir tidak adil jika Anda (Janet Yellen) dapat melakukan seperti ini, apa yang saya usulkan Anda lakukan seperti ini (sama-sama industry tumbuh) kami melakukan seperti ini dan lalu kita turun (emisi karbon) bersama,” jelas Luhut.

Luhut menegaskan tidak mau mendapatkan dikte dari negara manapun.

Indonesia tidak perlu belajar dari negara manapun karena generasi muda Indonesia sudah paham mengenai penanganan krisis iklim.

“Saya terus memberi tahu rekan saya di seluruh dunia. Saya bilang, hei, Anda tidak perlu mengajari kami tentang perubahan iklim, karena kami juga memiliki tanggung jawab kepada generasi penerus Indonesia. Bukan tanggung jawab untuk bertanggung jawab kepada Anda (dunia), tetapi ke depan,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini