Share

Apa Itu Green Hydrogen? Energi Masa Depan Dunia

Clara Amelia, Okezone · Senin 14 November 2022 05:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 320 2706567 apa-itu-green-hydrogen-energi-masa-depan-dunia-6v1xwfTReG.jpg Pertamina Kembangkan Green Hydrogen. (Foto; Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengembangkan energi masa depan dunia bernama green hydrogen. Pengembangan ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber lokal yang melimpah untuk mendorong percepatan transisi energi dan mewujudkan net zero emission.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menggandeng Chevron untuk mengembangkan green hydrogen dan green ammonia. Rencana tersebut dalam tahap kajian atau join study.

Perencanaan ini sudah dibicarakan sejak 2021 dan mencapai kesepakatan kerja sama pada pertengahan 2022. Oleh karena itu, pada tahun ini perseroan melajukan tindak lanjut kolaborasi tersebut melaui kajian bersama.

"Memang sudah ditandatangani (kerja sama) di pertengahan tahun ini, nah ini ditindaklanjuti oleh kita, bahwa kita perlu membuat proyek yang konkrit dengan mereka (Chevron), bagaimana kita berkolaborasi memanfaatkan kapabilitas yang mereka punya di Indonesia," kata Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina Power Indonesia (PPI) Fadli Rahman, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga: Pertamina-Chevron Garap Proyek Green Hydrogen dan Ammonia

Adapun proses penggarapan green hydrogen dan green ammonia akan dilakukan kawasan WKP di Sumatera yang dinilai potensial.

Diketahui, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Jerman, Spanyol, Jepang, dan Saudi Arabia telah memulai pengembangan energi hidrogen yang lebih bersih dan ramah lingkungan sebagai energi masa depan dunia.

Maka dari itu, Pertamina membantu Indonesia mewujudkan energi masa depan yang lebih ramah lingkungan dengan mengembangkan green hydrogen.

“Kita yakini hidrogen adalah energi masa depan. Hidrogen lebih ramah lingkungan sangat green dan accessible dan kita juga sudah tetapkan bagaimana pengembangan green hydrogen dalam aset Pertamina,” jelas Chair of Task Force ESC B20 & President Director of Pertamina Nicke Widyawanti.

Mengutip dari Instagram @pertamina, Minggu (13/11/2022), berikut penjelasan mengenal lebih jauh green hydoren:

Baca Juga: IPO Pertamina Geothermal Energy Masuk Tahap Finalisasi, Kapan Melantai di Bursa?

1. Apa itu green hydrogen? Green hydrogen merupakan hidrogen yang dihasilkan melalui proses elektrolisis air dengan media energi listrik yang bersumber dari energi bersih seperti panas bumi.

Green hydrogen dihasilkan seluruhnya oleh energi terbarukan atau dari tenaga rendah karbon. Hidrogen ini diproduksi melalui proses elektrolisis H2O dengan menggunakan energi listrik yang dibangkitkan dari sumer EBT.

2. Mengapa harus green hydrogen? Menurut roadmap Net Zero Emission, hidrogen dan turunannya akan menyumbang 12% dari penggunaan energi final dunia dan dua per tiga dari permintaan ini akan dipenuhi oleh green hydrogen.

Green hydrogen juga memiliki dua keunggulan, yaitu true renewable karena sudah ada di alam untuk dikembangkan dan true zero emission yang maksudnya tidak terjadi emisi karbon selama proses produksi sampai ke pemanfaatannya.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Potensi yang dimiliki Indonesia:

- Potensi panas bumi melimpah 23,9 GW, terbesar kedua di dunia. Total kapasitas terpasang 2,13 GW

- Indonesia memiliki perusahaan energi nasional (Pertamina) yang telah memiliki 35 tahun pengalaman dalam pengoperasian panas bumi

- Air sebagai bahan baku utama hidrogen tersedia sangat banyak

- Sebanyak 88% dari total kapastias terpasang panas bumi di Indonesia berada di wilayah kerja Pertamina Geothermal Energy.

3. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia terus mendukung dekarbonasi industri untuk mempercepat emisi nol bersih yang ditargetkan tahun 2060 atau lebih cepat. Task Force Energy, Sustainabillity & Climate (ESC) – B20 terus mempercepat upaya ini melalui aksi nyata kerjasama global menggandeng berbagai perusahaan dunia sebagai berikut:

- Pilot project green hydrogen PLTP Ulubelu (2021). Pertamina terus menggenjot pengembangan green hydrogen dari Wilayah Kerja Panas Bumi sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari energi panas bumi.

- Joint Study Agreement (JSA) Pertamina NRE dan Pondera Development BV (Pondera) (30 Agustus 2022). Pengembangan PLTB lepas pantai yang terintegrasi dengan fasilitas produksi hidrogen hijau.

- JSA Pertamina NRE, Tokyo Electric Power Company (18 Oktober 2022). Studi bersama pengembangan skala percontohan green hydrogen dan green ammonia dengan menggabungkan teknologi PLTP Pertamina dan teknologi produksi hidrogen TEPCO HD.

- JSA Pertamina NRE dan Karakatau Steel, Ignis Energy Holdings (18 Oktober 2022). Pembangunan blue/green hydrogen plant di wilayah industri Krakatau Steel yang terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) lepas lantai dan PLTS.

- Memorandum of Understanding (MoU) Pertamina NRE, Krakatau Steel PT Rukun Raharja (Raja) (11 November 2022). Kerja sama pengembangan proyek pipa transmisi dan distribusi hidrogen bersih di wilayah Banten dan Jawa Barat.

- JSA Pertamina NRE, Keppel Infrastructure, dan Chevron (11 November 2022). Menjajaki kelayakan pengembangan fasilitas hidrogen hijau dengan kapasitas produksi minimal 40.000 ton per tahun yang didukung oleh setidaknya 250-400 MW energi panas bumi pada tahap awal

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini