Kemudian arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi dalam sembilan bulan tahun 2022 mencapai Rp53,966 miliar. Pasalnya, penerimaan dari pelanggan Rp1,398 triliun. Tapi pembayaran kepada pemasok sebesar Rp1,09 triliun. Ditambah pembayaran kepada karyawan Rp304,8 miliar dan pembayaran pajak penghasilan Rp68,008 miliar.
Selama tahun 2021, dua pabrik emiten farmasi ini di Gunung Putri dan Citeureup mengalami kenaikan kapasitas produksi. Sebesar 80% naik untuk kapsul vitamin, kemudian 40% naik untuk produk vitamin dan suplemen serta naik 20% untuk produk infus antibiotik.
Tahun ini, perseroan mengalokasikan capex Rp 134 miliar untuk ekspansi usaha.
Direktur Keuangan Darya Varia Loboratoria, Yustina Endang pernah bilang, capex masih untuk melanjutkan pedoman CPOB dan juga menyelesaikan serialisasi 2D untuk pabrik, menambah perangkat dan renovasi gudang.
Perseroan menegaskan, mayoritas capex untuk ekspansi kapasitas produksi obat, serta biaya dan implementasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Sementara Wakil Direktur Utama PT Darya Varia Laboratoria Tbk, Ian Kloer mengatakan, tahun ini perusahaan masih melanjutkan agenda yang dicanangkan tahun lalu.
Perusahaan berencana untukmengintensifikasikan pendapatan portofolio produk vitamin serta mengeluarkan sejumlah produk baru.
Ian mengatakan, DVLA mendorong penjualan produk suplemen ke Filipina dan Myanmar. Di negara tersebut, DVLA menjual produk seperti Enervon Active.
"Kami juga makin meningkatkan kemitraan dengan dokter dan rumah sakit serta melibatkan keterlibatan di ranah digital dengan menjual produk di beberapa e-commerce," jelasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.