Share

Pensiunkan PLTU di KTT G20, Sri Mulyani Cerita soal Arab dan UEA Kaya Energi Fosil

Michelle Natalia, MNC Portal · Rabu 16 November 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 320 2708859 pensiunkan-pltu-di-ktt-g20-sri-mulyani-cerita-soal-arab-dan-uea-kaya-energi-fosil-r8k3VlkcgE.jpg Sri Mulyani Soal Deklarasi KTT G20. (Foto: Okezone.com/MPI)

BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan berbagai langkah untuk mencapai energi berkelanjutan ataupun net zero carbon. Salah satu akan dilakukan adalah facing out dari bahan bakar fosil atau batu bara.

"Jadi yang disebut Bu Menlu soal Deklarasi G20 itu adalah hal yang tidak mudah dicapai. Karena sebagaimana diketahui, di G20 ada negara seperti Saudi, bahkan kita mengundang Uni Emirat Arab (UEA) yang sangat kaya akan fossil fuel," ujar Sri dalam konferensi pers di Nusa Dua, Rabu(16/11/2022).

Baca Juga: Soroti Perang Rusia-Ukraina, Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Tak Akan Tercapai tanpa Perdamaian

Mereka meminta agar transisi dilakukan secara hati-hati. Sedangkan di sisi lain, jika ingin melakukan transisi energi hijau, bukan saja masalah subsidi, tetapi juga masalah pendanaan untuk mempensiunkan pembangkit batu bara maupun dalam rangka investasi renewable energy (energi terbarukan).

Baca Juga: Dampingi Jokowi di Phnom Penh hingga Bali, Menko Airlangga Bertemu Deretan Pemimpin Dunia

"Maka kalau kita lihat dari Pittsburgh pertama kali di tahun 2009, waktu itu Amerika Serikat (AS) pertama kali jadi tuan rumah, di mana mereka menyebutkan dan merasionalisasi subsidi-subsidi yang tidak targeted, dan bagaimana kita bisa meningkatkan akses energi, terutama mereka yang masih kelompok miskin dan tertinggal, dan pada saat yang sama mengurangi emisi energi," papar Sri.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Itu semua, sebut dia, menjadi hal yang terus dicari keseimbangannya. Untuk Energy Transition Mechanism (ETM) pun, Indonesia mendapatkan dukungan yang sangat kuat.

"Kita sudah desain facing out coal, kita mendapatkan pendanaan dari Climate Investment Fund USD500 juta, Just Energy Transition Partnership (JETP) ada USD20 miliar yang berasal dari berbagai sumber yang bisa digunakan atau didedikasikan dalam rangka untuk transisi energi. Ini semua satu paket," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini