Share

BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Bagaimana Dampaknya ke Saham Perbankan?

Anggie Ariesta, MNC Portal · Jum'at 18 November 2022 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 278 2710002 bi-naikkan-suku-bunga-acuan-bagaimana-dampaknya-ke-saham-perbankan-taS46PIKVf.JPG Bank Indonesia. (Foto: BI)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya.

Pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan November suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) naik 50 basis points (bps) menjadi level 5,25% dari bulan lalu dan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50%, serta suku bunga Lending Facility pada level 6,00%.

President Director CSA Institute Aria Santoso mengatakan, kenaikan suku bunga jelas memberikan dampak bagi perbankan.

Adapun kenaikan suku bunga langsung mempengaruhi suku bunga pinjaman dan berdampak ke kredit macet.

 BACA JUGA:Upaya Bank Indonesia Turunkan Inflasi ke Target Awal

"Kalau kredit macet itu juga berhubungan dengan kemampuan yang meminjam uang ke bank untuk membayarkan dan sebenarnya risiko mereka yang mengetahui apalagi mereka yang masuk ke floating ya, nah apakah kredit macet ini juga berpengaruh ke aktivitas mereka yang meminjam, kalau yang terdampak ya agak kesulitan karena kenaikannya terlalu cepat dalam waktu yang singkat," kata Aria dalam Market Buzz Power Breakfast IDX, Jumat (18/11/2022).

Sektor perbankan saat ini merespon dengan positif, sejauh ini rekomendasi Aria bisa memanfaatkan momentum pergerakan harga apalagi mereka yang punya kredit secara divers seperti Bank BRI yang menguasai semua pasar termasuk UMKM.

"Oleh karena itu kita bisa manfaatkan contohnya emiten-emiten bank besar yang dari struktur pemulihan cukup kuat seperti contohnya Bank BRI bisa untuk diperdagangkan jangka pendek," jelasnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk jangka pendek karena ada kenaikan suku bunga, lanjut Aria, yang bisa dimanfaatkan momentum untuk sementara.

Sedangkan untuk jangka panjang bisa dilihat secara kuartalan, apakah kebijakan itu cukup baik untuk diterapkan.

Hal itu karena kadang-kadang saat suku bunga dinaikkan bagus untuk banking secara jangka pendek tapi ketika ekonomi melambat atau NPL meningkat, kita perlu perhatikan juga setelahnya.

Adapun saham-saham rekomendasi CSA Institute antara lain:

- TLKM 3950 - 4200 BUY

- BBRI 4500 - 4700 BOB

- ITMG 37500 - 40000 BUY

- ACES 530 - 610 BUY

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini