Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kinerja Impor RI Turun di Oktober 2022, Mendag Ungkap Alasannya

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Jum'at, 18 November 2022 |10:29 WIB
Kinerja Impor RI Turun di Oktober 2022, Mendag Ungkap Alasannya
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan, total impor Indonesia pada Oktober 2022 mencapai USD19,14 miliar.

Nilai ini relatif melemah 3,40% dibanding Agustus 2022 (MoM), namun meningkat 17,44% bila dibandingkan Oktober 2021 (YoY).

“Penurunan kinerja impor pada Oktober 2022 dipicu menurunnya impor nonmigas sebesar 3,73% (MoM) dan menurunnya impor migas sebesar 1,81% (MoM),” ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam keterangan resminya, Jumat (18/11/2022).

 BACA JUGA:Kemendagri Segera Lantik Pj Gubernur Tiga DOB Papua

Mendag mengungkapkan, jika berdasarkan golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong dan barang modal melandai masing-masing sebesar 3,99% dan 7,22% MoM.

Penurunan impor bahan baku/penolong dan barang modal di Oktober ini juga tecermin dari penurunan Standard and Poor’s (S&P) Global Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor industri manufaktur di Indonesia pada Oktober 2022 di level 51,8 atau turun dari September 2022 di level 53,7. Di sisi lain, impor barang konsumsi justru meningkat 10,13% (MoM) pada Oktober 2022.

Menurut Mendag, kenaikan impor barang konsumsi ini menandai pulihnya ekonomi dalam negeri dan membaiknya permintaan domestik sebagaimana tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2022 sebesar 120,3 yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 117,2.

“Sementara penurunan impor bahan baku dan barang modal pada dua bulan terakhir ini perlu diwaspadai, mengingat impor bahan baku/penolong dan barang modal mempengaruhi aktivitas industri, gerak ekonomi, dan investasi di masa depan,” ujar Mendag.

Adapun beberapa bahan baku/penolong yang impornya turun adalah bahan bakar mineral, logam mulia dan perhiasan/permata, gula dan kembang gula, serta ampas/sisa industri makanan. Sedangkan beberapa komoditas barang modal yang berkontraksi terdalam adalah laptop, alat berat, barang- barang lain pada kelompok mesin dan peralatan mekanis (HS 84), serta mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85).

Di sisi lain, barang konsumsi yang impornya meningkat signifikan antara lain vaksin, bawang putih, bahan bakar kendaraan bermesin diesel, minyak medium lainnya dan olahannya, tali pengaman bukan untuk keperluan industri, serta buah-buahan seperti anggur, kelengkeng, dan apel.

Berdasarkan negara asal, lanjut Mendag Zulhas, impor nonmigas Indonesia didominasi komoditas dari RRT, Jepang, dan Korea Selatan dengan total pangsa 48,03% dari total impor nonmigas Oktober 2022. Negara asal impor dengan penurunan impor nonmigas terdalam pada Oktober 2022 adalah Argentina yang turun 37,02%, Arab Saudi turun 33,78%, Hongkong turun 25,75%, India turun 21,02%, dan Singapura turun 17,01 MoM.

Kemudian dia menyampaikan, secara kumulatif, total impor periode Januari–Oktober 2022 mencapai USD198,62 miliar atau naik 27,72% dari Januari–Oktober 2021.

"Pertumbuhan impor tersebut dipicu lonjakan impor migas sebesar 79,92% dan kenaikan impor nonmigas sebesar 20,40%," tandasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement