Share

Menhub Ungkap Sederet Keuntungan Pakai Kendaraan Listrik

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Minggu 20 November 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 20 320 2711178 menhub-ungkap-sederet-keuntungan-pakai-kendaraan-listrik-kuVsBi8HHP.jpg Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membeberkan sejumlah keuntungan menggunakan kendaraan listrik. Menurutnya, pengguna kendaraan listrik mampu penghematan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 75% dalam sehari.

Dia berhitung pengguna kendaraan bias mengeluarkan uang Rp100.000 dalam sehari saat menggunakan kendaraan BBM, namun dengan kendaraan listrik masyarakat hanya bisa mengeluarkan Rp25.000 saja.

β€œSaat ini sudah banyak kendaraan listrik yang bentuknya keren, energi bersih ramah lingkungan, dan lebih irit dari kendaraan berbahan bakar fosil (BBM). Secara keseharian, bisa lebih irit 75% dalam sehari dibandingkan dengan motor BBM. Kalau biasanya mengeluarkan uang Rp100 ribu sehari, ini Rp25 ribu saja sudah cukup,” ujar Budi, Minggu (20/11/2022)

Berdasarkan hitungan yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat, satu liter BBM setara dengan 1,2 Kwh listrik. Dengan harga listrik per kWh Rp 1.444 atau dibulatkan Rp1.500, berarti 1,2 kWh listrik harganya sekitar Rp1.700.

Artinya penggunaan kendaran listrik jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan satu liter BBM yang saat ini seharga Rp 10.000-21.000. Pada mobil listrik, setiap 1 kilowatt hour (kWh) bisa menjalankan mobil listrik sejauh 5-7 kilometer, sementara dengan kapasitas penuh mobil listrik rata-rata sebesar 45 kWh, kendaraan listrik bisa melaju hingga 300 kilometer.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Selain lebih hemat energi dan biaya, Budi menyebut ada keuntungan lain yang didapat dari penggunaan kendaran listrik yaitu, lebih terjamin karena pemerintah akan terus mendorong semakin banyaknya fasilitas pengisian daya.

Kemudian banyak insentif, di mana saat ini terus dibahas antar kementerian dan lembaga (K/L) untuk memberikan insentif seperti keringanan pajak, bebas ganjil genap, diskon daya listrik rumahan, bebas parkir, dan sejumlah benefit lainnya.

"Serta, lebih ramah lingkungan sehingga lebih bebas dari polusi udara, dan kita tidak tergantung pada bahan bakar fosil yang sudah mulai langka," kata dia.

Budi menuturkan pemerintah telah menyiapkan strategi untuk terus meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Adapun strategi yang disiapkan antara lain, pada tahap pertama menyasar penggunaan kendaraan listrik di K/L dan pemerintah daerah.

Kedua, penggunaan kendaran listrik pada transportasi massal baik bus, taksi, dan sepeda motor (ojek online). Ketiga, memperbanyak fasilitas pengisian daya (charging station dan tempat penukaran baterai).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini