Share

Investor Asing Ingin Tanam Modal di RI, Pengusaha: SDM Kita Masih Kurang

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713142 investor-asing-ingin-tanam-modal-di-ri-pengusaha-sdm-kita-masih-kurang-g6RuyooWZ8.jpg Investor asing minat investasi di RI (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pengusaha menyebut banyak investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Namun sayangnya, kualitas SDM di Indonesia masih terbatas.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang investor asing ingin menanamkan modalnya karena memiliki banyak sektor yang bisa dipilih untuk berinvestasi. Adapun salah satu sektor yang banyak diincar oleh para investor adalah pariwisata.

"Sektor kita banyak. Mereka (investor asing) tinggal pilih saja mau tanam modal di mana. Contohnya kalau sekarang ini yang banyak di lirik itu sektor pariwisata. Karena seperti kita lihat sekarang ini pemerintah sedang mengembangkan destinasi-destinasi wisata favorit termasuk juga di dalamnya adalah industri kreatif," ujar Sarman di acara IDX Channel, Rabu (23/11/2022).

Kemudian sebut dia, sektor lain yang tak kalah menariknya adalah infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini sejalan dengan ajakan Presiden RI Joko Widodo yang mempromosikan IKN sebagai ladang investasi yang baik ke depannya.

Sarman membeberkan, infrastruktur yang berpeluang menjadi ladang investasi adalah pembangunan jalan tol, pembangunan MRT, bandara, pelabuhan, maupun pertambangan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Jadi ini akan kembali kepada calon investor sebut di sektor di mana dia ingin masuk, di bidang mana yang ingin dia masuk saya rasa Indonesia sudah welcome untuk calon investor," ucapnya.

Namun, kata Sarman, Pemerintah masih mempunyai PR atau tugas besar yang perlu dimaksimalkan, yaitu meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya. Sebab, menurut dia, para pekerja di Indonesia masih didominasi tamatan SMP ataupun SMA.

"Pekerja pekerja kita ini kan hampir 90% itu masih tamatan sekolah menengah, semestinya ini harus ditingkatkan sehingga apa yang menjadi standar yang diminta oleh investor-investor asing bisa kita penuhi dari sisi tenaga kerjanya," tandas Sarman.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini