Share

Beras Jadi Komoditas Pangan dengan Harga yang Terus-terusan Naik

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713462 beras-jadi-komoditas-pangan-dengan-harga-yang-terus-terusan-naik-ZQhaYgZrHW.jpg Harga Beras Terus Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa beras adalah komoditas yang harganya sangat tinggi saat ini.

Dia mengatakan, sejak Juli 2022 hingga saat ini, harga GKP tingkat petani meningkat 15,7%, harga GKG di penggilingan meningkat 11,4% dan harga beras medium di tingkat konsumen mengalami kenaikan 4,64% dari semula Rp10.700 per kilogram menjadi Rp11.196 per kilogram.

Baca Juga: Harga Beras Naik, Bagaimana Stoknya?

"Pak ketua, harga di tingkat produsen dan harga di tingkat konsumen dari 9 atau hari ini 11 produk yang dikelola atau ada di Perpres Nomor 66 tahun 2021 yang saat ini harganya sangat tinggi adalah beras. Mulai dari GKP nya, GKG nya sampai dengan harga rata-rata nasionalnya ini meningkat," ujar Arief dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh stakeholder yang mengelola pangan untuk dapat bekerja sama meluruskan hal tersebut.

Baca Juga: Harga Beras Naik Jelang Akhir 2022, Kepala Badan Pangan Panggil Kementan hingga Bulog

Lanjut Arief, terkat indeks harga konsumen, komoditas beras menjadi kontributor tertinggi terhadap inflasi pangan nasional pada Oktober 2022.

"Tingkat inflasi Indonesia pada oktober 2022 sebesar 5,71% (yoy) turun 0,25% dibandingkan september 2022. Komoditas beras menjadi kontributor tertinggi terhadap inflasi pangan nasional dari 4% (September 2022) ke 3% (Oktober 2022)," paparnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Arief bilang, hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama Pemerintah Pusat dan Daerah karena tren peningkatan harga beras telah terjadi sejak Juli 2022. Pada kesempatan itu Kepala NFA juga melaporkan terkait perhituhan surplus dan defisit produksi beras nasional 2022.

Katanya, berdasarkan data KSA BPS, realisasi produksi beras bulan Oktober 2022 sebesar 2,43 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi KSA Amatan Januari sementara September sebesar 2,85 juta ton.

"Adapun proyeksi produksi beras pada November 2022 sebesar 2,24 juta ton sedangkan Desember sebesar 1,06 juta ton," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini