Share

Pengusaha Ritel Siap Keruk Cuan di IKN Nusantara

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2714293 pengusaha-ritel-siap-keruk-cuan-di-ikn-nusantara-BTNsLkBIa9.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)

Ketua Umum Aprindo Roy N. menyebut para pengusaha ritel ini akan mengikuti ekosistem kehidupan yang berkembang.

"Kita akan meneruskan pembicaraan untuk kita masuk ke IKN Nusantara karena ritel itu mengikuti demografi, populasi, di mana populasi ada ritel akan masuk," kata Roy Mandey dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (24/11/2022).

 BACA JUGA:Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Aprindo: Tidak Ada Kepanikan Belanja

Lebih lanjut, Roy menjelaskan semakin masifnya pertumbuhan populasi pada suatu tempat, akan memberikan peluang untuk para pengusaha ritel membangun ruko baru.

"Ketika populasi baru berkembang tentu kita harus hadir, selain untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari kita tentunya untuk investasi, dan menyerap tenaga kerja," lanjutnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sehingga total nilai investasi yang akan dilakukan di IKN Nusantara, saat ini menurut masih dipertimbangkan.

Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah jumlah penduduk asal yang akan bermukim disana.

"Kita lihat perkembangannya, kita ketika kita sudah bisa untuk mensurvei sekaligus, tidak menutup kemungkinan dengan cepat untuk melakukan investasi," lanjutnya .

Ketua Organizing Committee APRCE 2022, Jimmy Gani membocorkan nilai investasi yang akan dilakukan oleh para pelaku usaha ritel ini akan cukup besar, apa lagi dicanangkan jumlah penduduk IKN nantinya bakal tembus hingga 1,9 juta orang.

"Jadi toko modern, hyper market, super market, departement store, saya rasa akan terjadi Invetasi yang cukup besar dari anggota Aprindo yang akan membangun, karena ada peluang," kata Jimmy.

"Tinggal tunggu saja kapan persisinya, karena begitu ada economy soft scale, orang mulai pindah," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini