Mereka meracik kembali resep minumannya dengan menyesuaikan selera global. Dengan hasil kerja kerasnya, minuman itu memiliki pendapatan bersih Red Bull naik 10% pada 2019 menjadi 818 juta euro atau US$971 juta. Bisnisnya makin moncer, ditambah dari kontribusi anak usahanya. Total pembayaran kepada kedua pemilik ditaksir sekitar 554 juta euro.
Pada tahun lalu, pembayaran tahunan kepada pemilik minuman yang sering kali menjadi sponsor olahraga ekstrem ini mencapai lebih dari USD500 juta setelah penjualan dan profit produknya meroket.
Sebagai informasi, Krating Daeng diresepkan dengan kandungan air, gula tebu, kafein, taurin, inositol, dan juga vitamin B.
Krating Daeng pertama kali diperkenalkan pada 1976 sebagai sebuah minuman penyegar bagi para pekerja. Namun, pada saat itu minuman tersebut kurang populer karena memfokuskan pemasaran di area pedesaan.
(RIN)
(Rani Hardjanti)