Share

PPSDM KEBTKE Terima Hibah Peralatan Laboratorium Solar Fotovoltaik dari Swiss

Clara Amelia, Okezone · Rabu 30 November 2022 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 320 2717977 ppsdm-kebtke-terima-hibah-peralatan-laboratorium-solar-fotovoltaik-dari-swiss-9U37bqB24w.jpg Energi Baru Terbarukan (Foto: Okezone)

JAKARTA  - Pemerintah Swiss melalui proyek kerja sama Renewable Energy Skills Development (RESD) yang didanai oleh State Secretariat for Economic Affairs SECO melakukan serah terima paket hibah peralatan Laboratorium Solar Fotovoltaik kepada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) pada 30 November 2022 di PPSDM KEBTKE, Jakarta.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dilakukan oleh A. Susetyo Edi Prabowo, Kepala PPSDM KEBTKE dan Martin Stottele selaku Pimpinan Proyek RESD. Paket peralatan laboratorium terdiri dari peralatan solar PV portabel, peralatan panel surya rooftop ground mount dan pole mount, beserta prasarana pendukung lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala PPSDM KEBTKE A. Susetyo Edi Prabowo, menyampaikan, PPSDM KEBTKE sangat mendukung kerja sama proyek RESD antara BPSDM ESDM dan SECO. Kami mengapresiasi peralatan laboratorium PLTS dari Pemerintah Swiss dan dukungan teknis lainnya untuk menyelenggarakan Program Pelatihan Teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"PPSDM KEBTKE yang berada di bawah BPSDM Kementerian ESDM merupakan pusat pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Indonesia menuju energi yang bersih dan berkelanjutan, terutama dari aspek ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dengan kemampuan teknis sesuai kebutuhan industri," ujarnya, Rabu (30/11/2022).

Pimpinan Proyek RESD Martin Stottele, mengatakan, Hibah peralatan laboratorium solar PV kepada PPSDM KEBTKE merupakan wujud dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan program transisi energi dengan target bauran energi terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025, khususnya dalam hal pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami berharap agar peralatan laboratorium energi terbarukan di PPSDM KEBTKE ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran peserta pelatihan yang mengikuti Program Pelatihan Teknisi PLTS sehingga mampu mencetak bibit yang unggul, berdaya saing, dan memenuhi kebutuhan tenaga yang kompeten dan handal untuk industri energi terbarukan di pulau Jawa dan sekitarnya," katanya.

Proyek RESD bekerja sama dengan PPSDM KEBTKE, Kementerian ESDM dan empat Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (BPVP Ambon, BPVP Banda Aceh, BPVP Lombok Timur, dan BPVP Ternate)," tambahnya.

Renewable Energy Skills Development (RESD) adalah kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs SECO yang bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan, desain, pembangunan dan pemasangan, inspeksi dan commissioning, supervisi, pengoperasian dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pembangkit listrik hybrid surya diesel dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) melalui:

1. penciptaan program D4 spesialisasi energi terbarukan satu tahun (semester 7 dan 8) di 5 politeknik percontohan di Indonesia

2. peluncuran program diklat energi terbarukan di 5 lembaga pelatihan kerja; dan

3. penguatan pertukaran informasi dan komunikasi di sektor energi terbarukan. Proyek RESD berlangsung selama 5 tahun, sejak tahun 2020 hingga 2025 dan melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM),

Kementerian ESDM Republik Indonesia sebagai pemangku proyek dan juga kementerian/lembaga strategis lainnya termasuk Ditjen Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini