Share

Golden Eagle Energy (SMMT) Bagi-Bagi Dividen Rp47,25 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 278 2718676 golden-eagle-energy-smmt-bagi-bagi-dividen-rp47-25-miliar-H02UH8I8N2.jpg SMMT Bagi-Bagi Dividen (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar yang akan dilakukan pada tanggal 13 Desember 2022.

Emiten pertambangan batu bara ini mengungkapkan, dividen interim kedua untuk tahun Buku 2022 sebesar Rp15 per lembar saham.

Dimana pembagian didasari oleh rapat direksi dan dewan komisaris PT Golden Eagle Energy Tbk tanggal 25 November 2022 memutuskan dan menyetujui pembagian dividen interim kedua tahun buku 2022 kepada pemodal yang tercantum dalam daftar pemegang saham (DPS) pada penutupan perdagangan bursa tanggal 9 Desember 2022.

Mengacu pada harga saham SMMT, Rabu (30/11/2022) yaitu sebesar Rp730 maka dividend yield yaitu 2,05% sedangkan dividend payout ratio sebesar 16,7%.

Sebelumnya, Golden Eagle telah membayarkan dividen interim pertama tahun buku 2022 pada 29 September 2022 lalu.

Saat itu, SMMT menebar dividen interim Rp189 miliar atau setara Rp 60 per saham. Dalam mendorong pertumbuhan penjualan, perseroan terus meningkatkan kapasitas produksi batu bara. Apalagi, di paruh pertama 2022, perseroan berhasil produksi sekitar 1,5 juta ton atau melaupau target produksi yang ditetapkan di awal tahun dan terutama tambang Sumatra yang berhasil produksi sekitar 1,2 juta ton.

Corporate Secretary SMMT, Susanti Nilam seperti dikutip kontan pernah bilang, dengan torehan produksi tersebut, SMMT pun optimistis, produksi pada semester II-2022 bakal menyamai raihan di paruh pertama tahun ini. Artinya target produksi batubara tahun ini menjadi 3 juta ton.

Untuk itu, SMMT pun telah mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) tahun 2022 untuk menambah jumlah produksi.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Disebutkan, perseroan menargetkan produksi batubara mencapai 2,4 juta ton pada tahun ini. Adapun, dalam revisi RKAB yang telah diajukan, SMMT menargetkan peningkatan produksi minimal 35% dari target awal.

Susanti menjelaskan, di sisa tahun ini, Golden Eagle masih mengantisipasi dampak curah hujan tinggi dalam kegiatan produksi.

"SMMT juga mengantisipasi lonjakan biaya produksi terutama yang disebabkan oleh harga bahan bakar solar yang masih tinggi hingga saat ini dan juga kenaikan tarif royalti kepada pemerintah yang berlaku efektif di September 2022," jelas Susanti.

Mengenai serapan capex, SMMT menyatakan dana masih dialirkan sesuai dengan budget yang telah ditetapkan untuk menunjang kegiatan produksi. Tahun ini SMMT menganggarkan capex senilai Rp30 miliar.

“Kami berharap, penjualan batubara SMMT tahun ini akan dapat meningkat dan menunjukkan hasil positif sesuai dengan yang telah di targetkan di awal tahun," sebut Susanti.

Pihaknya optimistis walau saat ini melihat harga pasar batubara menunjukkan sedikit penurunan. SMMT percaya jika kinerja masih dapat ditunjang dengan logistik dan infrastruktur yang membaik.

"Hal itu masih menjadi katalis positif dalam penjualan batubara, selain dari sisi logistik dan infrastruktur yang semakin membaik," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini