Share

Belanja APBN 2023 Rp3.061,2 Triliun, Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Paling Besar

Antara, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 320 2718714 belanja-apbn-2023-rp3-061-2-triliun-anggaran-pendidikan-dan-kesehatan-paling-besar-KYOWzmHcNt.jfif Belanja APBN 2023 Capai Rp3.061 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiapkan belanja APBN tahun depan Rp3.061,2 triliun. Anggaran tersebut difokuskan untuk agenda penting seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga mereformasi perlindungan sosial (perlinsos).

“Belanja pendidikan dan kesehatan menjadi belanja yang tetap memiliki alokasi terbesar di dalam rangka membangun SDM unggul dan produktif,” katanya, dikutip dari Antara, dalam Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah TA 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Dia melanjutkan, dalam rangka membangun SDM unggul dan produktif maka pemerintah mengalokasikan anggaran yang besar untuk belanja pendidikan tahun depan yakni mencapai Rp612,2 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani: Ini saatnya APBN Mulai Disehatkan Kembali

Angka tersebut dari belanja pemerintah pusat Rp237,1 triliun, transfer ke daerah (TKD) Rp305,6 serta pembiayaan untuk pendidikan sebesar Rp69,5 triliun.

Tak hanya belanja pendidikan, Sri Mulyani juga mengalokasikan anggaran besar untuk belanja bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Anggaran belanja bidang kesehatan mencapai Rp178,7 triliun yang berasal dari belanja pemerintah pusat Rp118,7 triliun dan TKD Rp60 triliun.

Baca Juga: Atlet Asean Para Games Dapat Bonus Rp309 Miliar, Sri Mulyani: Bukti APBN Dukung Olahraga RI

Selain peningkatan kualitas SDM, fokus belanja pemerintah tahun depan adalah penyelesaian proyek-proyek strategis nasional infrastruktur untuk mendukung transformasi ekonomi dan pengembangan ekonomi termasuk pembangunan ibu kota negara baru Nusantara (IKN).

Prioritas pemerintah tersebut pun dituangkan dalam alokasi anggaran tahun depan yang sebesar Rp392,1 triliun yaitu berasal dari belanja pemerintah pusat Rp211,1 triliun dan TKD Rp95 triliun.

“Itu juga termasuk penguatan hilirisasi dari industri yang membutuhkan dukungan infrastruktur,” ujar Sri Mulyani.

Pemerintah turut memberi alokasi yang signifikan kepada BUMN di bidang konstruksi yakni mencapai Rp86 triliun belanja di bidang pertahanan sedangkan keamanan mencapai Rp316,9 triliun.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Fokus berikutnya pada belanja APBN tahun depan adalah memperluas, memperkuat dan mereformasi jaring pengaman sosial dengan memperbaiki dan memperbarui data-data kemiskinan masyarakat rentan melalui survei registrasi ekonomi sosial (Regsosek).

Reformasi jaring pengaman sosial itu dilakukan dalam rangka memaksimalkan alokasi anggaran pemerintah pada perlindungan sosial tahun depan.

Tahun depan pemerintah melalui belanja pemerintah pusat mengalokasikan berbagai bentuk bantuan sosial dan subsidi dengan anggaran Rp454,7 triliun sedangkan dari TKD sebesar Rp17 triliun dan pembiayaan Rp4,3 triliun.

Terakhir, pemerintah turut mengalokasikan anggaran untuk ketahanan pangan dan energi pada tahun depan untuk merespons potensi risiko global.

Anggaran pun dinaikkan khususnya untuk ketahanan pangan yaitu dari Rp94 triliun pada 2022 menjadi Rp104,2 triliun tahun depan yang berasal dari belanja pemerintah pusat Rp81,7 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp22,5 triliun.

Selain itu, ketahanan energi yang digunakan untuk menjaga masyarakat dan perekonomian dari ketidakpastian harga energi dengan subsidi energi dan kompensasi serta belanja di bidang energi mencapai dialokasikan anggaran sebesar Rp341,3 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini