Share

Sri Mulyani Harap Rp537,2 Triliun Segera Dibelanjakan di Bulan Terakhir 2022

Antara, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 320 2718726 sri-mulyani-harap-rp537-2-triliun-segera-dibelanjakan-di-bulan-terakhir-2022-zfIg49AutR.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap Pemerintah Pusat maupun Daerah membelanjakan anggaran Rp537,2 triliun pada Desember 2022. Hal ini dalam rangka meningkatkan momentum pemulihan ekonomi di tahun ini.

“Untuk tahun ini yang sekarang sudah mendekati bulan terakhir kita juga melihat bahwa belanja untuk 2022 harus diselesaikan,” kata Menkeu, dikutip dari Antara, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: Belanja APBN 2023 Rp3.061,2 Triliun, Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Paling Besar

Menurutnya, tahun ini sudah memasuki Desember sehingga belanja harus segera diselesaikan mengingat belanja pemerintah pusat yang memiliki alokasi Rp1.119,5 triliun realisasinya sampai November masih 78,2 persen atau Rp876 triliun.

Apabila seluruh kementerian/lembaga (K/L) melakukan belanja sampai akhir tahun dengan mengikuti pola tahun lalu yaitu realisasinya mencapai 96%, maka Desember ini harus dicairkan Rp203 triliun dari belanja pusat.

Baca Juga: Sri Mulyani: Ini saatnya APBN Mulai Disehatkan Kembali

Untuk belanja daerah yang alokasinya Rp1.196 triliun pun baru terealisasi Rp818 triliun atau 68,2 persen sampai November dan jika juga mengikuti pola tahun lalu dengan realisasi mencapai 93 persen maka pada Desember ini akan dicairkan dari APBD sebesar Rp294 triliun.

“Dengan demikian total operasi APBN dan APBD untuk perekonomian akan mencapai Rp537,2 triliun untuk Desember ini saja,” ujarnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sri Mulyani memastikan akan terus mendukung K/L dan pemerintah daerah untuk segera melaksanakan APBN 2022 sebagai cara dalam meningkatkan momentum pemulihan ekonomi.

“Namun itu tetap harus akuntabel dan bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian,” tegasnya.

Sementara itu, pada 2023, dirinya berharap K/L dan pemda mulai menyiapkan pelaksanaan secara dini sehingga APBN pada awal tahun bisa langsung dilaksanakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini