Share

Simak Aturan-Aturan Denda BPJS Kesehatan, Kena Berapa?

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 622 2718498 simak-aturan-aturan-denda-bpjs-kesehatan-kena-berapa-RDZRzRwUya.JPG BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Aturan denda BPJS Kesehatan jika peserta menunggak selama berbulan-bulan.

BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Peserta jaminan kesehatan ini diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulan sesuai dengan jenis kepesertaannya.

Dikutip dari situs resmi BPJS Kesehatan, Kamis (1/12/2022), iuran BPJS Kesehatan paling lambat harus dibayarkan setiap tanggal 10 per bulannya.

Untuk keterlambatan pembayaran iuran tidak akan dikenakan denda.

 BACA JUGA:Sering Berobat, Azka Selalu Andalkan BPJS Kesehatan

Namun, jika peserta tidak membayar iuran ini setiap bulannya maka secara otomatis status kepesertaannya akan dinonaktifkan sementara hingga tunggakan tersebut dibayar.

Sementara, untuk peserta BPJS Kesehatan yang melakukan rawat inap dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaannya diaktifkan kembali akan dikenakan denda.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, besaran denda yang dikenakan sebenarnya sebesar 5 persen dari biaya diagnosis awal pelayanan rawat inap dikali dengan jumlah bulan tertunggak.

Adapun batas jumlah tunggakan BPJS Kesehatan hanya memberikan waktu paling banyak 12 bulan dan denda secara maksimal Rp30 juta.

Namun, pemberhentian status kepesertaan BPJS Kesehatan ini berlaku untuk peserta mandiri maupun peserta yang iurannya ditanggung oleh perusahaan.

Untuk pembayaran dendanya, peserta mandiri harus membayar sendiri sementara peserta PPU ditanggung oleh perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini