Share

3 Fakta Mengerikan PHK Massal, Puluhan Ribu Pekerja Dipecat

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Sabtu 03 Desember 2022 04:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719563 3-fakta-mengerikan-phk-massal-puluhan-ribu-pekerja-dipecat-gWJxnT4LOe.jpg Badai PHK massal di Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – PHK massal terjadi pada puluhan ribu pekerja di Indonesia. Ombudsman mencatat PHK massal terjadi di beberapa sektor industri.

Badai PHK bahkan juga terjadi di banyak perusahaan startup. Tak hanya Indonesia, perusahaan besar seperti Twitter hingga Facebook pun melakukan PHK massal.

Berikut adalah fakta mengerikan PHK massal di Indonesia yang dirangkum Okezone, Sabtu (3/12/2022).

1. Sektor Industri Terhantam

Ombudsman pun mendapat informasi bahwa industri tekstil, garmen hingga industri alas kaki dan sepatu melaporkan telah melakukan PHK terhadap puluhan ribu pekerja.

"Laporannya ada sekitar 25.700 pekerja di industri yang berorientasi ekspor sudah di PHK. Kemudian ada ratusan ribu lagi para pekerja yang mulai di rumahkan. Kemudian tidak diperpanjang masa kerjanya atau kemudian terkena berbagai skema fleksibilitas jam kerja," kata Robert.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

2. Imbas Ekspor Turun

Robert mengatakan, para pengusaha di industri ini mengakui orderan untuk pasar ekspor menurun, sehingga barang menumpuk di gudang dan tidak terserap oleh pasar. Saat ini juga mulai banyak pengusaha yang mulai mengurangi jam kerja para karyawan, sehingga berdampak pada pendapatan yang para pekerjanya.

"Yang sebelumnya rata-rata 40 jam kerja perminggu, kemudian berkurang 25% yang akhirnya tentu akan berimplikasi pada upah yang kita terima," ujarnya.

3. Hak Pekerja Harus Diawasi

Ombudsman pun meminta pemerintah mengawasi hak-hak yang harus didapat para pekerja terdampak PHK sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

"Kami meminta setelah PHK ini pengawas ketenagakerjaan di tingkat daerah untuk mencermati kontrak kerja dijalankan oleh pemberi kerja," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini