Share

Erick Thohir Ungkap Ekonomi Indonesia Tak Bisa Hanya Bertumpu pada Jakarta dan Surabaya

Feby Novalius, Okezone · Sabtu 03 Desember 2022 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 03 320 2719890 erick-thohir-ungkap-ekonomi-indonesia-tak-bisa-hanya-bertumpu-pada-jakarta-dan-surabaya-aLjYn44Hmg.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

BANDUNG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir Erick menerima banyak masukan terkait meningkatkan perekonomian dalam pertemuan dengan para sesepuh dan tokoh Sunda di kediaman HD Sutisno di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

"Dari penanganan gempa di Cianjur kita sama-sama berusaha dalam menyelesaikan persoalan lain di Jabar. Sebagai provinsi yang terdekat dengan Ibu Kota Jakarta, Jabar menjadi bagian penting dalam pembangunan di Indonesia," ujar Erick, Sabtu (3/12/2022).

Erick menilai, perekonomian Indonesia tidak cukup hanya bertumpu pada Jakarta dan kota besar lain seperti Surabaya. Menurutnya, Indonesia minimal memiliki 10 kota besar dalam meningkatkan perekonomian.

"Tidak mungkin pembangunan hanya terfokus di Jakarta, Surabaya, makanya sekarang di Jawa Barat pun dilebarkan pembangunannya. Wilayah Indonesia ini kan 75% laut, 25% daratan, artinya keterbatasan lahan adalah hal yang harus diberikan solusi juga di banyak daerah, khususnya di Jawa Barat," ucapnya.

Indonesia akan menghadapi tantangan ekonomi ke depan akibat resesi. Untuk itu, BUMN dan pemerintah tidak bisa sendirian dan memerlukan dukungan dari banyak pihak, termasuk para tokoh di Jabar.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Di sisi lain, persoalan lapangan kerja masih menjadi isu krusial di Jabar. Oleh karenanya, BUMN berkomitmen meningkatan ekosistem dengan mengintegrasikan Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dengan kawasan industri Subang.

"Isinya dari mana? Kita pindahkan industri Pulogadung ke Jabar karena Pulogadung sudah tidak layak untuk lahan industri. Kerja sama ini yang harus kita bicarakan. Jangan sampai pembangunan Kertajati, Patimban, Kereta Cepat, lalu tidak ada pembagunan industri untuk pembukaan lapangan kerja," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini