Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelita Samudera Shipping (PSSI) Revisi Buyback Obligasi Jadi Rp300 Miliar

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2022 |12:47 WIB
Pelita Samudera Shipping (PSSI) Revisi <i>Buyback</i> Obligasi Jadi Rp300 Miliar
PSSI Buyback Saham (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) merevisi naik target nilai pembelian kembali (buyback) saham dari semula Rp100 miliar menjadi Rp300 miliar. Buyback akan digelar secara bertahap terhitung sejak 9 Desember 2022 sampai dengan 30 Juni 2023.

Perseroan menjelaskan, buyback bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham pada masa mendatang. Pasalnya, kondisi harga saham perseroan kini sudah tidak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek bisnis.

Pada perdagangan Jumat (2/12/2022) akhir pekan kemarin, harga saham dari PSSI ditutup berada di level Rp 560 per saham. Dalam buyback ini, perseroan menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp 300 miliar untuk membeli sebanyak-banyaknya 300 juta saham atau 5,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Saat ini, jumlah saham PSSI yang beredar di masyarakat sebanyak 636,7 juta atau setara dengan 11,75% dari total saham yang beredar di masyarakat.

PSSI menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berdampak negatif pada bisnis perseroan, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai.

Hingga kuartal III-2022, PSSI berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 115% menjadi USD33,1 juta dari USD15,4 juta pada kuartal III-2022.

Kenaikan laba didorong kinerja yang lebih baik dari seluruh aset perseroan dengan tingkat utilisasi yang tinggi antara 85%-95%.

PSSI mencatatkan kontribusi dari meningkatnya pendapatan sewa berjangka (Time Charter) dari segmen kapal tunda dan tongkang (TNB) serta kapal kargo curah (MV). Hingga Kuartal III-2022, total volume angkutan PSSI lebih dari 22,4 juta metrik ton.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement