Hingga akhir tahun 2022, perseroan menargetkan pendapatan sebesar USD180 juta dan EBITDA sebesar USD7 juta. Adapun, penurunan kinerja perseroan disebabkan oleh tidak beroperasinya divisi polyester di Karawang.
Sebagai informasi, Polychem Indonesia merupakan perusahaan yang fokus bergerak di dua divisi yakni polyester dan kimia. Kegiatan produksi ethylene oxide, ethylene glycol dan etoksilat perseroan dilisensi oleh teknologi Scientific Design Inc, Amerika Serikat.
Sementara itu, untuk produksi polyester chips, benan polyester (POY), serat polyester (PSF) perseroan menggunakan teknologi Zimmer AG dari Jerman, serta teknologi Rieter Scragg digunakan untuk mendukung produksi drawn textured yarn (DTY).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.