JAKARTA - Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memastikan berpartisipasi dalam penerapan sistem pembayaran tanpa sentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol Indonesia.
Di mana upaya ini untuk peningkatan layanan dan mengurangi potensi kepadatan di gerbang tol.
Seketaris Jenderal ATI, Kris Ade Sudiyono, mengatakan bahwa pada prinsipnya seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia sedang terus berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah strategis bersama Pemerintah dan Badan Usaha Pelaksana (BUP) terpilih dalam mendukung penerapan MLFF ini.
Sehingga diharapkan implementasinya harus direncanakan dengan baik, cermat, matang dan waktu yang cukup.
“Peningkatan pelayanan di jalan tol dengan sistem pembayaran transaksi tol non-tunai yang telah kita mulai sejak penggunaan uang elektronik pada tahun 2017 lalu, sudah tepat dan tentu saja siap untuk dimodernisasi dan dikembangkan dengan teknologi yang lebih baik berbasis tanpa henti dan nirsentuh," ujarnya dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA:Jalan Tol Indralaya - Prabumulih Ditargetkan Rampung Maret 2023
"Namun demikian, perubahan ini harus disiapkan dengan cermat dan matang, yang tidak hanya berfokus pada kesiapan aspek teknikal, tetapi harus dikembangkan menyeluruh, termasuk kesiapan perubahan model dan proses bisnis yang menyertainya, mengingat akan terjadi perubahan distribusi risiko di kendali pengumpulan tol yang kami pahami akan meningkatkan risiko atas penerimaan pendapatan tol bagi para BUJT,” tambahnya.
Dia menjelaskan kalau ada sejumlah aspek yang saat ini masih sedang terus didiskusikan dengan pihak PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), BUP MLFF terpilih bersama Pemerintah.
Selain memastikan pengembangan sistem dan konfigurasinya memenuhi standar kriteria pengembangan sistem MLFF terbaik, teknologinya harus menjamin pelayanan jalan tol di Indonesia tetap andal, memenuhi unsur reliability, availability, maintainability serta safety.