Share

Wall Street Anjlok Usai The Fed Naikkan Suku Bunga 50 Basis Poin

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Kamis 15 Desember 2022 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 15 278 2727403 wall-street-anjlok-usai-the-fed-naikkan-suku-bunga-50-basis-poin-7j3UvidIYG.jpg Wall Street Berakhir Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu. Wall Street melemah karena Federal Reserve memutuskan kenaikan suku bunga 50 basis poin.

Meski kenaikan tersebut sesuai dengan harapan para investor, The Fed mengisyaratkan akan ada kenaikan lebih lanjut untuk periode yang lebih lama.

Baca Juga: The Fed Putuskan Suku Bunga Naik, Tertinggi dalam 15 Tahun

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 142,29 poin atau 0,42% menjadi 33.966,35 poin. Indeks S&P 500 jatuh 24,33 poin atau 0,61% menjadi 3.995,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 85,93 poin atau 0,76% menjadi 11.170,89 poin.

Hampir semua dari 11 sektor utama S&P berada di wilayah negatif. Hanya sektor kesehatan yang menjadi satu-satunya pendorong. Sedangkan sektor keuangan merosot 1,29% atau menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca Juga: InfIasi AS Turun Jadi 7,1%, Terendah di Tahun Ini

Sebagai informasi, Bank Sentral AS menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada Rabu 14 Desember 2022 dan memproyeksikan kenaikan 75 basis poin tambahan dalam biaya pinjaman pada akhir tahun 2023, serta peningkatan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang hampir terhenti.

Adapun data proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed menunjukkan bahwa para gubernur Bank sentral AS memperkirakan suku bunga kebijakan sekarang dalam kisaran 4,25% hingga 4,5% dan mencapai 5,1% pada akhir tahun depan.

Follow Berita Okezone di Google News

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, terlalu dini untuk berbicara tentang pemotongan suku bunga karena fokusnya adalah membuat kebijakan untuk mendorong inflasi turun ke target 2,0%. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (15/12/2022). 

Di sisi lain, data ekonomi AS memang menunjukkan bahwa inflasi konsumen untuk November menurun. Hal ini juga yang membuat Fed untuk menghentikan kenaikan suku bunga mungkin akan terjadi tahun depan.

Terlepas dari pernyataan Fed, imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit lebih rendah setelah awalnya melonjak setelah pengumuman Fed tersebut.

Strategi kenaikan suku bunga agresif oleh bank-bank sentral utama di seluruh dunia telah meningkatkan kekhawatiran ekonomi global dapat didorong ke dalam resesi dan sangat membebani aset berisiko seperti ekuitas tahun ini.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini