Share

Bendungan Sukamahi dan Ciawi Rampung, Begini Cara Kerjanya Kendalikan Banjir Jakarta

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Sabtu 24 Desember 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 24 470 2733389 bendungan-sukamahi-dan-ciawi-rampung-begini-cara-kerjanya-kendalikan-banjir-jakarta-ST4rJ9KA16.JPG Bendungan. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Pemerintah telah merampungkan dua bendungan kering Bogor, yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi.

Kedua bendungan tersebut nantinya mampu mereduksi banjir seluas 347 hektare di hilir Jakarta.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meresmikan bendungan tersebut menyampaikan, keberadaan kedua bendungan kering ini akan mendukung pengendalian banjir di Jakarta.

"Ciawi dan Sukamahi nanti akan mereduksi dari 464 hektare menjadi 318 hektare. Kurang lebih nanti ada 12 kelurahan yang akan berkurang risiko banjirnya karena Bendungan Ciawi dan Sukamahi,” katanya pada pernyataan tertulisnya Jumat (23/12/2022).

 BACA JUGA:Bendungan Ciawi Rp1,3 Triliun Diresmikan, 12 Kelurahan Tak Bakal Kebanjiran Lagi

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, Bendungan Ciawi dan Sukamahi merupakan bagian dari sistem prasarana pengendalian banjir Jakarta khususnya untuk Sungai Ciliwung di bagian hulu.

Dia juga menjelaskan Bendungan Sukamahi dengan kapasitas 1,7 juta m3 dan Bendungan Ciawi dengan kapasitas 6,05 juta m3 merupakan bendungan kering (dry dam) pertama di Indonesia.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Di mana keduanya khusus difungsikan untuk menahan debit hujan di hulu Sungai Ciliwung, sehingga debit yang keluar dari Bendungan dapat dikendalikan dengan normal.

Di samping itu normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 33 km dan Sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur di bagian hilirnya juga tengah dilakukan untuk juga mengatasi banjir di Jakarta.

Sedangkan pembangunan Sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur direncanakan akan selesai pada bulan April 2023, pekerjaan ini akan mengurangi risiko banjir pada area seluas 107 hektare.

"Sehingga total pengurangan daerah terdampak risiko banjir dari pembangunan ketiga prasarana tersebut, yakni Bendungan Kering, Sudetan, dan Normalisasi Sungai Ciliwung adalah 347 hektare," kata Jarot.

Sekedar informasi pembangunan Bendungan Sukamahi sudah direncanakan sejak tahun 1990-an dan dibangun pada 2016-2022 dengan konsep bendungan kering (dry dam).

Kontrak pembangunan Bendungan Sukamahi ditandatangani pada 21 Desember 2016 dengan kontraktor PT Wijaya Karya-Basuki KSO senilai Rp693 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini