“Karena itu, hari ini pun kami mengundang para peneliti dari berbagai perguruan tinggi. Kita bersama-sama mengembangkan rempah Indonesia kembali menjadi rempah kelas dunia,” tekad Irwan.
Sekalipun begitu, Irwan juga mengingatkan bahwa faktor laboratorium sejatinya hanya 10%, sebab 90% kunci keberhasilan lainnya ada di SDM. Serta 85% adalah gagasan.
“Kalau kita punya banyak gagasan, pasti akan melahirkan sesuatu yang baik,” ujarnya.
Laboratorium Sido Muncul, tambahnya, membutuhkan tiga hal. Pertama, kerjasama atau partnership dari para pihak, utamanya para peneliti. Kedua, saran dan gagasan baru. Ketiga, dorongan semangat.
“Tiga hal itu yang akan membuat kami yakin, bahwa langkah ini sudah benar,” ucapnya.
Dari laboratorium itu pula kelak akan lahir produk-produk dengan brand Sido Rempah atau bisa juga Sido Bumbu, Sido Masak.
“Apa pun, yang penting memakai kata Sido di depan. Sebab, kode saham kami di pasar modal memang Sido,” bebernya.
Diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memuji langkah Sido Muncul sebagai pionir penelitian rempah di Indonesia.
“Jamunya sudah jalan, sekarang bergeser ke rempah. Setelah ini, apa lagi,” kata Ganjar.