Produk perlengkapan outdoor telah berkembang dari bisnis kecil dengan dua mesin jahit menjadi perusahaan outdoor dan gaya hidup di Indonesia.
Ronny berhasil mengubah toko kecil ayahnya dari sebuah rumah kecil di Gang Tamrin Bandung menjadi sebuah merek populer yang sampai ke dunia internasional.
Sedikit demi sedikit, putra tunggal dari lima bersaudara pasangan Lukman Lukito dan Kurniasih ini mulai memproduksi tas dengan nama Butterfly.
Nama Butterfly berasal dari mesin jahit China yang dimilikinya saat itu.
Kini dia dapat tumbuh dengan cepat untuk mengembangkan bisnis yang semula hanya ada dalam skala keluarga dan hampir tidak dapat menopang keuangan keluarga.
Sekarang Ronny mampu membeli tanah seluas 6.000 meter persegi di kawasan Kopo Kota Bandung yang menjadi pabrik Eiger. Kualitas bisnis terus berkembang, sehingga terbuka peluang untuk membuka store di Jalan Setiabudi dan toko EST di Jalan Sumatera Kota Bandung.
Pada tahun 1992, Ronny menerima penghargaan Upakarta dari pemerintah Indonesia atas kerjasamanya dengan para perajin tas.
Ronny memberikan modal pada awal usaha bagi belasan perajin lalu memberi tas yang diproduksi para perajin.
Seiring dengan pesatnya pertumbuhan Eiger, kini Ronny tidak hanya memproduksi tas, melainkan berbagai macam produk untuk memenuhi kebutuhan alat dan perlengkapan outdoor.
(Zuhirna Wulan Dilla)