JAKARTA - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan bahwa penggabungan antara Perusahaan Umum (Perum) Damri dan Perum PPD akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Dia mengatakan bahwa saat ini penggabungan tersebut masih dalam tahap proses lebih lanjut terkait dengan penggabungan dua perusahaan angkutan umum tersebut.
"Saat ini masih dalam proses, kemungkinan dalam waktu dekat," katanya saat ditemui usai acara BUMN Goes To Campus di Universitas Pertamina, Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Dia mengatakan merger tersebut dilakukan karena keduanya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan angkutan umum yang lebih efisien jika gabung dan hanya menjadi satu.
"Secepatnya jadi itu, kan targetnya satu. Kalo sekarang kan ada dua yang sama-sama mengelola bus. Jadi disatuin saja, karenakan toh kerjanya sama," katanya.
Sebelumnya, Kementerian BUMN berencana merampingkan jumlah badan usaha yang ada di bawah koordinasinya, salah satunya dengan menggabungkan (merger) Perum Damri dan Perum Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PDD).