Share

IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.900, Begini Analisanya

Anggie Ariesta, MNC Portal · Senin 23 Januari 2023 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 278 2751301 ihsg-diprediksi-menguat-ke-level-6-900-begini-analisanya-SFBXvWIMZ9.jpg Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat hari ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat ke level 6.900 dalam waktu dekat. Analis mengungkap beberapa sentimen positif yang menopangnya.

Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi mengatakan, secara teknikal, posisi IHSG saat ini di area 6.800 - 6.900 merupakan area resisten.

"Posisi sekarang ini 6.800 - 6.900 merupakan area resisten jadi area itu harus di break out dulu, baru kita bisa menyebut konfirmasi nya oke ini boleh lanjut, atau secara tenor jangka menengah lebih ke dibawah 1 tahun ini jauh lebih baik," ujar Audi, Senin (23/1/2023).

Meskipun menurut Audi kenaikan masih sementara, pondasi IHSG sendiri saat ini dari beberapa data masih ditopang sektor perbankan, manufaktur hingga komoditas.

"Jadi saya pikir mungkin untuk tahun ini akan berimpact cukup bagus sekali, apalagi komoditas tahun lalu memberikan devisa yang lumayan besar ke ekspornya untuk perekonomian Indonesia," katanya.

Selain itu, Audi juga menilai penguatan IHSG sejalan dengan earning season atau laporan pendapatan para emiten untuk full year atau kuartal IV 2022.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita ekspektasi masih cukup oke masih cukup bagus sekali. Jadi saya pikir yang paling dekat (untuk sentimen) ya earning season itu sendiri yang bisa membuat lebih menarik untuk saat ini," jelasnya.

Senada, Head of Business Development PT. FAC Sekuritas Indonesia, Kenji Putera Tjahaja juga mengatakan bahwa posisi pelaku pasar saat ini masih cenderung mengambil posisi wait and see di kuartal IV 2022.

"Nah ini memang 2022 kurang apik di penghujung tahun khususnya IHSG gitu tapi kita bisa expect untuk di 2023 ini market merespon lebih positif," kata dia.

Menurut Kenji, hal positif lainnya juga karena sentimen kebijakan The Fed pada awal Februari mendatang yang diprediksi masih akan menaikkan suku bunga tapi tidak seagresif atau tidak se-hawkish sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini