Share

Realisasi Investasi Rp314,8 Triliun di Kuartal IV-2022, Paling Banyak dari Asing

Ikhsan Permana, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 320 2752183 realisasi-investasi-rp314-8-triliun-di-kuartal-iv-2022-paling-banyak-dari-asing-GtzF2ngz5K.jfif Realisasi Investasi 2022. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Rp314,8 triliun pada triwulan IV-2022.

Menurut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, realisasi investasi di triwulan IV naik 2,3% dari kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Kemudian meningkat 30,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Baca Juga: Capai Target! Realisasi Investasi 2022 Tembus Rp1.207 Triliun

"Selama kuartal ke IV, Alhamdulillah kita bisa mencatatkan investasi Rp314,8 triliun. Ini di luar UMKM, di luar hulu migas dan di luar sektor keuangan," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga: Bersejarah, Mendag Jadi Menteri yang Disambut Kerajaan Arab Saudi di Al Ula

Penanaman Modal Asing (PMA) Rp175,2 triliun atau 55,6% dari total investasi. Tumbuh 3,7% qtq dan 43,3% yoy. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pun adalah Rp139,6 trilun. Naik 0,5% qtq dan 17,0% yoy.

"Ini tumbuhnya cukup besar sekali, ini salah satu negara pertumbuhan PMA-nya tertinggi," ujarnya

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, investasi di Indonesia sudah mulai merata. Adapun, investasi di luar Jawa mencapai Rp164,2 triliun naik 28,7% secara yoy. Sedangkan investasi di Jawa mencapai Rp150,6 Triliun tumbuh 32,1% yoy.

"Ini mencerminkan bahwa konsistensi pemerintah lewat arahan bapak Presiden untuk membangun Indonesia sentris betul-betul terjaga juga dalam konteks realisasi investasi, karena kita tahu bahwa investasi adalah instrumen untuk menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini