JAKARTA – Indeks dolar jatuh dari level tertinggi satu bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menggandakan pernyataan minggu lalu bahwa disinflasi telah dimulai, dengan mengatakan dia memperkirakan penurunan inflasi yang signifikan tahun ini.
Melansir Antara, Rabu (8/2/2023), indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh ke posisi terendah setelah pernyataan Powell. Indeks terakhir turun 0,2% pada 103,39.
Powell tidak kembali ke sikap hawkish meskipun laporan penggajian no-pertanian (NFP) AS lebih kuat, yang membuat investor percaya bahwa Fed tidak akan memperketat lebih dari apa yang telah diperkirakan oleh pasar.
Greenback turun secara keseluruhan, dipimpin oleh kerugian terhadap yen, franc Swiss, serta dolar Australia dan Selandia Baru.
Dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, ketua Fed mengatakan pengembalian ke target inflasi bank sentral AS sebesar 2,0% akan menjadi proses yang bergelombang, yang akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.