JAKARTA - Presiden Jokowi meresmikan pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, kehadiran pabrik tersebut memiliki efek berganda yang sangat besar.
Erick mencatat pabrik pupuk NPK baru bisa menyerap 240 tenaga kerja pada awal operasionalnya. Jumlah itu jauh lebih kecil jika dibandingkan masa pembangunannya, di mana hanya 1.189 orang yang dipekerjakan oleh PT PIM.
Bahkan keberadaan pabrik pupuk NPK di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh, digadang-gadang memberikan multiplier efek bagi perekonomian masyarakat Aceh dan diproyeksikan menambah produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 4,13%.
“Dengan segala keunikan dan kelebihannya, proyek ini akan memberikan multiplier efek bagi perekonomian masyarakat Aceh dan diproyeksikan menambah produk domestik regional bruto (PDRB) Aceh sebesar 4,13%," ucap Erick, Jumat (10/2/2023).
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Pabrik Pupuk Krueng Geukuh Aceh
Tercatat nilai investasi yang digelontorkan pemerintah saat membangun proyek tersebut mencapai Rp1,67 triliun.
Tak hanya pembangunan pabrik NPK, PT PIM juga berhasil melakukan reaktivasi pabrik urea PIM-1. Pabrik berkapasitas terpasang 570.000 ton per tahun ini sebelumnya berhenti beroperasi sejak 2012 karena kehabisan pasokan gas.
"Dengan pengaktifan kembali, PIM-1 siap membantu memenuhi kebutuhan urea nasional," katanya.
Dia menyebut hal ini sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045 dan prioritas kerja pemerintah. Kementerian BUMN bersama BUMN terus mendukung dan melakukan langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.
Baca Juga: Pupuk Subsidi Disebut Langka, Ini Kata Petani
Untuk ketahanan pangan, Pupuk Indonesia terus menggenjot kapasitas dan diversifikasi produksi untuk memenuhi kebutuhan pupuk di tanah air.
"Khusus untuk Aceh dan wilayah sekitarnya, kami melakukan langkah strategis melalui Pupuk Iskandar Muda atau PIM yang mendapat dukungan penuh dari Bapak Presiden dan Kementerian/Lembaga terkait," ucap dia.
Adapun kapasitas produksi pupuk NPK mencapai 500.000 ton per tahun. Pupuk tersebut diproduksi oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)
Erick memastikan jumlah tersebut menambah kapasitas produksi pupuk NPK nasional hingga memenuhi sebagian kebutuhan pupuk NPK di Sumatera bagian Utara.
Adapun pabrik pupuk NPK telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh.
"Pengoperasian pabrik pupuk khusus NPK ini bukti komitmen, sekaligus menjalankan amanat konstitusi dan arahan Presiden dalam penyediaan pupuk yang strategis dalam ketahanan pangan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045," ungkap Erick.
Keberadaan pabrik tersebut juga diharapkan tak hanya memenuhi sebagian kebutuhan pupuk nasional, namun juga menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Erick menyampaikan saat ini total kapasitas produksi pupuk NPK mencapai 3,2 juta ton per tahun. Kehadiran pabrik NPK baru menjadikan total kapasitas produksi menjadi 3,7 juta ton.
Proyeksi kebutuhan NPK nasional mendekati 13,5 juta ton yang sebagian besar dipenuhi produsen NPK swasta dan produk impor.
Dia juga memastikan bahwa pendayagunaan pabrik pupuk NPK proses kimia yang digunakan merupakan hasil karya anak bangsa karena dikerjakan oleh Petrokimia Gresik yang juga anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).
“Dengan segala keunikan dan kelebihannya, proyek ini akan memberikan multiplier efek bagi perekonomian masyarakat Aceh dan diproyeksikan menambah produk domestik regional bruto (PDRB) Aceh sebesar 4,13 persen," ucap dia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.